Soal AcEPT UGM: Reading Comprehension
The concept of 'epistemic friction' describes the necessary resistance encountered when new information conflicts with existing knowledge structures, or schemas. In the academic sphere, this friction is not merely an inconvenience; it is arguably the essential mechanism for genuine intellectual progress. True innovation rarely arises from information that simply confirms preconceptions. Instead, it is the process of reconciling discordant data—the very friction—that forces researchers to develop more sophisticated models, often leading to paradigm shifts. Conversely, environments that minimize epistemic friction, favoring consensus and comfort over cognitive dissonance, frequently stagnate, producing work that is incremental but never truly transformative. The challenge for any scientific institution is therefore not to eliminate friction but to manage the cognitive stress it generates, transforming resistance into rigorous thought.
1. Which of the following best describes the author's primary purpose in writing this passage?
A. To argue that most scientific institutions fail to manage cognitive stress effectively.
B. To define 'epistemic friction' and explain its vital, yet often misunderstood, role in scholarly advancement.
C. To differentiate between incremental progress and transformative innovation in the academic sphere.
D. To propose methods for reducing cognitive dissonance among researchers when new data emerges.
2. The author suggests that intellectual progress is most likely to occur when:
A. researchers actively seek data that supports their initial preconceptions.
B. cognitive dissonance is entirely eliminated through the establishment of consensus.
C. academic settings prioritize the comfort of researchers over demanding intellectual challenges.
D. new data forces a modification or abandonment of established conceptual models.
3. The phrase "reconciling discordant data" is contextually related to:
A. eliminating all conflicts between research teams to ensure consensus.
B. reducing the cost and complexity of data collection processes.
C. the cognitive process of integrating conflicting evidence into a coherent framework.
D. the stagnation that occurs when institutions favor conformity over new ideas.
4. According to the passage, environments that minimize epistemic friction tend to produce work that is characterized by:
A. the development of sophisticated new scientific models.
B. a high degree of intellectual transformation and novelty.
C. gradual additions to existing knowledge without fundamental change.
D. an excessive reliance on established schemas and preconceptions.
5. It can be inferred from the passage that "paradigm shifts" (P-S) occur only after:
A. the cognitive stress experienced by researchers has been completely managed and alleviated.
B. an institution successfully eliminates conflict and achieves wide-ranging consensus.
C. researchers find information that perfectly confirms their existing knowledge structures.
D. the process of 'epistemic friction' has forced a fundamental restructuring of prevailing theories.
Soal PAPS UGM - Pemahaman Wacana
Petunjuk: Bacalah wacana di bawah ini dengan saksama, kemudian jawablah pertanyaan 1 sampai 5.
Pola pikir linier (linear thinking) yang mendominasi sains klasik abad ke-19 sering menghadapi kegagalan saat diterapkan pada sistem kompleks seperti ekonomi, ekologi, atau dinamika sosial. Linieritas mengasumsikan bahwa perubahan pada input akan selalu menghasilkan perubahan yang proporsional pada output. Asumsi ini tidak berlaku pada sistem yang memiliki umpan balik non-linier (nonlinear feedback) dan efek ambang batas (threshold effects). Dalam sistem tersebut, gangguan kecil pada satu variabel dapat memicu perubahan tiba-tiba dan besar pada seluruh sistem, sebuah fenomena yang dikenal sebagai transisi fase (phase transition) atau titik kritis (tipping point). Memahami titik-titik kritis ini sangat esensial. Model prediksi yang mengandalkan ekstrapolasi sederhana dari tren masa lalu cenderung gagal meramalkan transisi sistem yang mendadak, karena model ini mengabaikan potensi perubahan kualitatif (qualitative shift) alih-alih hanya berfokus pada perubahan kuantitatif.
1. Apa yang membedakan sistem kompleks dari sistem yang diprediksi menggunakan pola pikir linier, menurut wacana di atas?
A. Kebutuhan akan data historis yang lebih banyak untuk ekstrapolasi.
B. Adanya umpan balik non-linier dan efek ambang batas yang memicu transisi fase.
C. Adanya kegagalan dalam penerapan sains klasik abad ke-19.
D. Keharusan untuk selalu berfokus pada perubahan kuantitatif.
E. Mereka hanya mencakup disiplin ilmu ekonomi dan ekologi, bukan dinamika sosial.
2. Apa yang dimaksud dengan "transisi fase" dalam konteks sistem kompleks yang dijelaskan dalam wacana?
A. Periode stabilitas yang diperpanjang dalam variabel input dan output.
B. Perubahan yang lambat dan bertahap seiring dengan tren masa lalu.
C. Pergeseran yang mendadak dan besar dalam seluruh sistem akibat gangguan kecil.
D. Pola pikir yang memungkinkan prediksi sederhana berdasarkan ekstrapolasi.
E. Hubungan yang proporsional antara input dan output.
3. Kata "esensial" dalam kalimat "Memahami titik-titik kritis ini sangat esensial" paling dekat maknanya dengan...
A. Sekunder
B. Mendesak
C. Dasar
D. Mutlak
E. Krusial
4. Berdasarkan wacana, mengapa model prediksi yang mengandalkan ekstrapolasi sederhana sering gagal meramalkan transisi sistem yang mendadak?
A. Karena model tersebut menggunakan pola pikir yang terlalu canggih dan non-linier.
B. Karena model ini mengabaikan potensi perubahan kualitatif, dan hanya fokus pada kuantitatif.
C. Karena linieritas selalu menghasilkan perubahan yang proporsional pada output.
D. Karena sistem kompleks tidak memiliki efek ambang batas.
E. Karena data historis yang digunakan tidak relevan dengan tren masa depan.
5. Pernyataan manakah yang paling mungkin merupakan simpulan (inferensi) dari seluruh wacana?
A. Pola pikir linier sepenuhnya tidak valid dan harus ditinggalkan dalam semua bidang ilmu.
B. Sistem ekonomi dan ekologi tidak dapat diprediksi sama sekali, bahkan dengan model kompleks.
C. Dalam menganalisis sistem yang rumit, mencari pola yang stabil lebih penting daripada mengidentifikasi titik kritis.
D. Untuk memprediksi perilaku sistem kompleks secara akurat, diperlukan model yang mampu memperhitungkan dinamika non-linier dan titik kritis.
E. Gangguan kecil pada sistem kompleks selalu mengakibatkan kegagalan total sistem.
INFO PELATIHAN PPDS / PPDGS, AcEPT UGM, PAPS UGM, dan akademik lainnya?
Silahkan menghubungi No Admin GLC 0818 25 1111
INFORMASI PPDS UGM CEK DISINI
INFORMASI PPDGS UGM CEK DISINI
INFORMASI PPDS CENTER SE-INDONESIA CEK DISINI
INFO BIMBINGAN ACEPT UGM CEK DISINI
TESTIMONI PESERTA CEK DISINI
JADWAL TES ACEPT UGM CEK DISINI
CARA MENDAFTAR TES ACEPT UGM CEK DISINI
CEK KUOTA TES ACEPT UGM LIHAT DISINI
CONTOH SOAL ACEPT UGM PELAJARI DISINI
CEK HASIL TES ACEPT UGM DISINI
INFO BIMBINGAN PAPS UGM CEK DISINI
TESTIMONI PESERTA CEK DISINI
JADWAL TES PAPS UGM CEK DISINI
CARA MENDAFTAR TES PAPS UGM CEK DISINI
CEK KUOTA TES PAPS UGM LIHAT DISINI
CONTOH SOAL PAPS UGM PELAJARI DISINI
CEK HASIL TES PAPS UGM DISINI
INFO BIMBINGAN IUP UGM CEK DISINI
JADWAL TES IUP UGM CEK DISINI
acept ugm , tes acept ugm , tes acept , acept , soal acept ugm , pendaftaran acept ugm , hasil acept ugm , jadwal acept ugm , accept ugm , accept , acep , ppb ugm , ppb ugm acept , pelatihan acept, kursus acept , lihat hasil tes acept ugm , jadwal tes acept ugm , tips lulus acept, iup ugm , iup, gmst, gmst ugm , lulus iup ugm paps ugm , tes paps ugm , tes paps , paps , soal paps ugm , pendaftaran paps ugm , hasil paps ugm , jadwal paps ugm , paps ugm , tpa ugm , um ugm , tpda ugm , pelatihan paps , kursus paps , lihat hasil tes paps ugm , jadwal tes acept ugm , tips lulus paps ppds , ppdgs, dokter residen , ppds center , ppds ugm , ppds unair , ppds unsu , ppds ui , ppds undip, dokter spesialis, iup , iup kedokteran, iup ugm Toefl test , tes toefl , soal toefl , soal soal toefl , toefl online , contoh toefl , itp toefl , itp , ibt toefl , belajar toefl , contoh soal toefl , nilai toefl , latihan toefl, contoh tes toefl , tes toefl itp , skore toefl , materi toefl , toefl jogja , toefl yogyakarta , pelatihan toefl , kursus toefl , tips toefl , trik toefl , jadwal tes toefl itp yogyakarta info beasiswa , beasiswa, peluang beasiswa , pejuang beasiswa , scholarship , scholarships , scholar , scholars , lpdp , info film , film bagus , rekomendasi film , film ok , fim korea , drama korea , drakor , kdrama , k-drama, korean drama , korean movie , k-movie , kmovie , kpop , k-pop , cdrama , china drama , drama china , film china , film jepang , film thailand , film taiwan , film barat , dunia film , bioskop bagus

0 Komentar