Studi Kasus
Seorang pria, Tn. K (65 tahun), seorang pensiunan pegawai kantor, datang ke poliklinik BMMF dengan keluhan utama lesi ulseratif (sariawan) di dasar mulut (dasar lidah) sisi kanan yang tidak sembuh selama 4 bulan. Lesi ini disertai nyeri yang persisten dan kesulitan menggerakkan lidah.
Riwayat Klinis dan Gejala yang Menyesatkan
Riwayat Lesi dan Mulut
- Diagnosis Awal: Lesi ulseratif ini awalnya didiagnosis sebagai Ulser Traumatik Kronis atau Candidiasis Atipikal karena Tn. K memiliki riwayat pemakaian gigi tiruan sebagian lepasan yang sudah longgar (Faktor Iritasi Lokal). Ia telah diberikan terapi anti-fungal dan steroid topikal tanpa hasil.
- Gejala Kritis: Belakangan, Tn. K mengeluhkan nyeri tumpul yang dalam pada tulang rahang bawah (mandibula) kanan, disertai perasaan mati rasa (paresthesia) pada bibir bawah dan dagu kanan. Nyeri ini tidak membaik dengan analgesik biasa.
- Riwayat Kebiasaan: Tn. K memiliki riwayat merokok 50 pack-years dan mengonsumsi alkohol moderat (Faktor Risiko Onkologi Jelas).
Riwayat Medis Sistemik
- Penyakit Tulang: Tn. K memiliki riwayat Osteoporosis berat dan telah mendapatkan terapi Bifosfonat intravena (Zoledronic Acid) setahun sekali selama 5 tahun terakhir (Riwayat Medis yang mengarah ke komplikasi tulang spesifik).
- Pemeriksaan Fisik yang Kontradiktif: Meskipun nyeri rahang hebat, hasil Rontgen Panoramik awal 2 bulan lalu tidak menunjukkan fraktur atau lesi destruktif yang jelas, hanya sedikit penebalan tulang.
Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Awal
Pemeriksaan Intraoral dan Ekstraoral
- Lesi: Ditemukan ulkus indurasi (keras saat diraba) dengan batas tidak rata, berukuran sekitar di dasar mulut kanan, meluas ke lidah dan mukosa alveolar.
- Leher: Teraba pembesaran kelenjar limfa submandibula kanan yang keras, tunggal, dan melekat pada jaringan sekitar (Immobilitas).
- Neurologis: Ditemukan anestesi/parestesia pada distribusi Nervus Mentalis Kanan (Tanda Numb Chin Syndrome).
Pemeriksaan Radiologi Lanjutan
- CT Scan Mandibula dengan Kontras (Temuan Kritis):
- Lesi Utama: Ditemukan massa jaringan lunak yang mendasarinya (dari ulkus) dengan erosi kortikal pada mandibula di regio Molar Kanan.
- Tulang: Ditemukan area osteosklerosis (penebalan/pengerasan tulang) fokal di korpus mandibula kanan, diikuti oleh area radiolusen yang tidak beraturan (Destruksi Tulang) di sekitar gigi Molar 46/47.
Pemeriksaan Lanjutan Kritis dan Diagnosis
Melihat trias Ulkus Refrakter, Paresthesia N. Mentalis, dan Riwayat Bifosfonat, fokus beralih ke keganasan yang invasif dengan komplikasi tulang.
- Biopsi Lesi Dasar Mulut (Definitif): Diagnosis Histopatologi: Karsinoma Sel Skuamosa (Squamous Cell Carcinoma/SCC) derajat diferensiasi sedang, menginvasi dasar mulut.
- Biopsi Tulang (Kritis): Biopsi dari area destruksi tulang di mandibula mengkonfirmasi adanya keterlibatan tulang oleh tumor (invasi sumsum tulang), tetapi juga menunjukkan adanya tulang yang nekrotik dan tidak teregenerasi di area yang sama.
Pertanyaan
1. Menganalisis Kontradiksi dan Diagnosis Banding (Ganda)
Jelaskan mengapa diagnosis awal Ulser Traumatik/Candidiasis tidak memadai. Berdasarkan temuan klinis dan radiologis, identifikasi dua kondisi Ortopaedi/BMMF yang berbeda yang menjadi diagnosis banding potensial pada Tn. K terkait kerusakan tulang mandibula (satu terkait keganasan dan satu terkait riwayat pengobatan).
2. Interpretasi Tanda Neurologis (Paresthesia)
Jelaskan mengapa anestesi/paresthesia pada distribusi Nervus Mentalis Kanan (Numb Chin Syndrome) pada Tn. K merupakan tanda diagnostik yang sangat mengkhawatirkan pada kasus ini. Secara anatomis, bagaimana lesi di dasar mulut dan korpus mandibula dapat memengaruhi fungsi saraf ini?
3. Implikasi Riwayat Bifosfonat dan Keterlibatan Tulang
Jelaskan signifikansi riwayat terapi Bifosfonat intravena jangka panjang dalam konteks kerusakan tulang mandibula Tn. K. Bagaimana kondisi ini (yang merupakan komplikasi iatrogenik) dapat mempersulit diagnosis dan tatalaksana Karsinoma Sel Skuamosa yang menginvasi tulang?
4. Rencana Tatalaksana Bedah Kepala dan Leher (Onkologi)
Rancanglah rencana tatalaksana bedah onkologi yang komprehensif. Jelaskan dua komponen bedah utama yang harus dilakukan:
- Reseksi tumor primer di dasar mulut dan mandibula (sebutkan nama prosedurnya).
- Diseksi Leher Radikal/Modifikasi (jelaskan indikasi diseksi leher pada Tn. K).
5. Rekonstruksi dan Prognosis Jangka Panjang
Setelah reseksi tumor, dilakukan rekonstruksi defek mandibula. Jelaskan prinsip utama rekonstruksi defek mandibula yang besar pada kasus ini (misalnya, menggunakan Free Flap). Apa prognosis rekurensi lokal dan regional yang harus dikomunikasikan kepada Tn. K berdasarkan temuan invasi tulang dan metastasis kelenjar limfa (N+) yang telah terjadi?
INFO PELATIHAN PPDS / PPDGS, AcEPT UGM, PAPS UGM, dan akademik lainnya?
Silahkan menghubungi No Admin GLC 0818 25 1111
INFORMASI PPDS UGM CEK DISINI
INFORMASI PPDGS UGM CEK DISINI
INFORMASI PPDS CENTER SE-INDONESIA CEK DISINI
INFO BIMBINGAN ACEPT UGM CEK DISINI
TESTIMONI PESERTA CEK DISINI
JADWAL TES ACEPT UGM CEK DISINI
CARA MENDAFTAR TES ACEPT UGM CEK DISINI
CEK KUOTA TES ACEPT UGM LIHAT DISINI
CONTOH SOAL ACEPT UGM PELAJARI DISINI
CEK HASIL TES ACEPT UGM DISINI
INFO BIMBINGAN PAPS UGM CEK DISINI
TESTIMONI PESERTA CEK DISINI
JADWAL TES PAPS UGM CEK DISINI
CARA MENDAFTAR TES PAPS UGM CEK DISINI
CEK KUOTA TES PAPS UGM LIHAT DISINI
CONTOH SOAL PAPS UGM PELAJARI DISINI
CEK HASIL TES PAPS UGM DISINI
INFO BIMBINGAN IUP UGM CEK DISINI
JADWAL TES IUP UGM CEK DISINI

0 Komentar