Kampus UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau yang dikenal sebagai kampus madani mendadak gempar setelah seorang mahasiswa nekat melakukan aksi pembacokan terhadap rekan mahasiswinya sendiri. Kejadian yang berlangsung di lingkungan akademik ini memicu kemarahan publik sekaligus keprihatinan mendalam atas kesehatan mental dan perilaku ekstrem mahasiswa (Kompas, 2026; MetroTV, 2026).
Pihak kampus bertindak tegas dengan langsung memecat pelaku, sementara pihak kepolisian tengah mendalami motif di balik aksi keji yang diduga kuat dipicu oleh persoalan asmara yang berujung dendam (Detik News, 2026).
I. Kronologi Kejadian
Peristiwa ini terjadi di tengah suasana kampus yang seharusnya tenang karena sedang berlangsung agenda akademik:
1. Detik-Detik Penyerangan
2. Motif Penolakan Cinta
3. Kondisi Korban
4. Sanksi Akademik & Hukum
II. Bedah Kasus Secara Akademik
1. Rejection Sensitivity dan Agresi
Dalam psikologi, tindakan ini merupakan bentuk ekstrem dari ketidakmampuan mengelola penolakan.
Kajian Akademik: Menurut teori Frustration-Aggression oleh Dollard dkk., agresi muncul ketika seseorang terhalang dalam mencapai tujuannya (dalam hal ini, memiliki korban). Ditambah dengan Rejection Sensitivity (sensitivitas berlebih terhadap penolakan), pelaku memandang penolakan korban sebagai serangan terhadap harga dirinya yang harus dibalas dengan kekerasan (Antara News, 2026).
2. Pudarnya Kontrol Sosial di Kampus
Sosiologi melihat kampus sebagai institusi kontrol sosial. Namun, ketika nilai-nilai kemanusiaan kalah oleh dorongan emosional individu, fungsi kontrol tersebut dianggap gagal.
Analisis Keilmuan: Merujuk pada buku "Criminology" karya Freda Adler, lingkungan yang seharusnya aman (kampus) berubah menjadi lokasi kejahatan karena adanya motivated offender (pelaku yang termotivasi) dan suitable target (korban yang rentan) tanpa pengawasan yang memadai pada momen tersebut (Kompas, 2026).
3. Perspektif Viktimologi: Dampak Trauma Mahasiswi
Studi viktimologi menekankan bahwa korban tidak hanya menderita luka fisik, tetapi juga Long-term PTSD (Gangguan Stres Pasca Trauma). Fakta bahwa kejadian terjadi di tempat yang seharusnya aman (kampus) akan mengubah persepsi korban terhadap ruang publik dan pendidikan selamanya.
III. Pelajaran Moral dan Hikmah bagi Publik
1. Cinta Bukan Pembenaran Kekerasan
2. Pentingnya Literasi Emosi
3. Keamanan Kampus adalah Prioritas
IV. Strategi Preventif Masa Depan
Untuk memutus rantai kekerasan serupa, diperlukan solusi sistemik:
1. Layanan Konseling Wajib
2. Deteksi Dini Perilaku Menyimpang
3. Integrasi Kurikulum Kecerdasan Emosional
4. Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
Referensi:
- Detik News: Kampus Pastikan Mahasiswa UIN Suska Riau yang Bacok Mahasiswi Dipecat
- Kompas Regional: Kronologi Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok Teman Sendiri: Pelaku Sudah Ditangkap
- Kumparan News: Motif Mahasiswa UIN Suska Riau Bacok Mahasiswi: Cinta Ditolak
- Kompas TV: Mahasiswi UIN Riau Diserang Saat Tunggu Ujian, Polisi Bongkar Motif
- MetroTV News: Viral Mahasiswi UIN Sultan Syarif Kasim Riau Dibacok saat Sidang Proposal
- Antara News: Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau: Begini Kronologinya
- Tempo.co: Kondisi Mahasiswi UIN Suska Riau Korban Pembacokan Temannya
INFO PELATIHAN PPDS / PPDGS, AcEPT UGM, PAPS UGM, dan akademik lainnya?
Silahkan menghubungi No Admin GLC 0818 25 1111
INFORMASI PPDS UGM CEK DISINI
INFORMASI PPDGS UGM CEK DISINI
INFORMASI PPDS CENTER SE-INDONESIA CEK DISINI
INFO BIMBINGAN ACEPT UGM CEK DISINI
TESTIMONI PESERTA CEK DISINI
JADWAL TES ACEPT UGM CEK DISINI
CARA MENDAFTAR TES ACEPT UGM CEK DISINI
CEK KUOTA TES ACEPT UGM LIHAT DISINI
CONTOH SOAL ACEPT UGM PELAJARI DISINI
CEK HASIL TES ACEPT UGM DISINI
INFO BIMBINGAN PAPS UGM CEK DISINI
TESTIMONI PESERTA CEK DISINI
JADWAL TES PAPS UGM CEK DISINI
CARA MENDAFTAR TES PAPS UGM CEK DISINI
CEK KUOTA TES PAPS UGM LIHAT DISINI
CONTOH SOAL PAPS UGM PELAJARI DISINI
CEK HASIL TES PAPS UGM DISINI
INFO BIMBINGAN IUP UGM CEK DISINI
JADWAL TES IUP UGM CEK DISINI

0 Komentar