Jagat media sosial X (dahulu Twitter) dan Instagram sedang membara akibat perseteruan masif antara netizen Korea Selatan (K-Netz) melawan aliansi netizen Asia Tenggara, yang kini menyebut diri mereka sebagai "Seablings" (Southeast Asian Siblings). Konflik yang awalnya dipicu oleh masalah teknis di konser musik ini dengan cepat bereskalasi menjadi isu rasisme sistemik, diskriminasi budaya, hingga perdebatan status sosial antarnegara (CNN Indonesia, 2026; Kompas, 2026).
Fenomena ini menjadi unik karena untuk pertama kalinya, netizen dari Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Malaysia bersatu dalam satu barisan digital untuk melawan narasi superioritas yang dilontarkan oleh sebagian oknum netizen Korea (iNews, 2026).
I. Dari Kamera Fansite hingga Lahirnya "Seablings"
Perseteruan ini tidak muncul begitu saja, melainkan melalui eskalasi yang sangat cepat:
1. Pemicu Awal (Insiden Konser)
2. Eskalasi di X (Twitter)
3. Lahirnya Aliansi Seablings
4. Keterlibatan Figur Publik
II. Analisis Multidisiplin Ilmu: Bedah Keilmuan di Balik Konflik Digital
1. Perspektif Sosiologi: Xenofobia dan Stratifikasi Global
Konflik ini mencerminkan fenomena Xenofobia (ketakutan atau kebencian terhadap orang asing). Dalam teori sosiologi Social Identity Theory oleh Henri Tajfel, individu cenderung merendahkan "out-group" (kelompok luar) untuk meningkatkan harga diri "in-group" (kelompok sendiri).
Narasi rasisme dari K-Netz sering kali didasari oleh perasaan superioritas ekonomi dan budaya (Hallyu Wave). Namun, persatuan Asia Tenggara menunjukkan lahirnya "Identitas Regional" baru yang kuat sebagai bentuk perlawanan terhadap hegemoni budaya Asia Timur (MSN, 2026).
2. Perspektif Psikologi Massa: Deindividuasi di Ruang Digital
Di dunia maya, terjadi fenomena Deindividuasi, di mana seseorang kehilangan rasa tanggung jawab pribadi karena merasa anonim dalam kerumunan besar. Hal inilah yang membuat netizen dari kedua belah pihak berani melontarkan makian rasis yang mungkin tidak akan mereka ucapkan secara langsung (IDN Times, 2026).
3. Perspektif Komunikasi Internasional: Soft Power yang Menjadi Bumerang
Korea Selatan sukses membangun Soft Power melalui K-Pop dan K-Drama. Namun, arogansi sebagian netizennya justru merusak citra negara tersebut. Menurut buku Soft Power karya Joseph Nye, daya tarik suatu negara bergantung pada budaya dan nilai-nilainya. Jika nilai yang ditampilkan adalah rasisme, maka Soft Power tersebut akan runtuh.
III. Pelajaran Moral dan Hikmah bagi Publik
1. Hentikan Generalisasi
2. Nasionalisme yang Sehat
3. Digital Literacy
IV. Solusi Mencari Jalan Tengah
Untuk meredam tensi tinggi ini, diperlukan langkah strategis:
1. Edukasi Lintas Budaya
2. Moderasi Konten oleh Platform
3. Dialog Antar-Netizen
Sumber Referensi Media Kredibel:
- Kompas Global: Duduk Perkara Perang Komentar Netizen Korsel vs Asia Tenggara
- CNN Indonesia: Awal Mula Konflik Netizen Korea Selatan vs ASEAN Berujung Rasis di X
- Media Indonesia: Kronologi Lengkap Perang Seablings vs KNetz dari Konser DAY6 hingga Isu Rasisme
- iNews Lifestyle: 7 Fakta Perang KNetz vs Seablings yang Viral di Medsos
- BeritaSatu: Perang Seablings vs KNetz: Awal Mula hingga Dampak Konfliknya
- Medcom.id: Awal Mula Perang Netizen Korea vs Indonesia: Fenomena Seablings
- Sindonews: Kronologi Perang KNetz dan Netizen Asia Tenggara: RM BTS Terseret
INFO PELATIHAN PPDS / PPDGS, AcEPT UGM, PAPS UGM, dan akademik lainnya?
Silahkan menghubungi No Admin GLC 0818 25 1111
INFORMASI PPDS UGM CEK DISINI
INFORMASI PPDGS UGM CEK DISINI
INFORMASI PPDS CENTER SE-INDONESIA CEK DISINI
INFO BIMBINGAN ACEPT UGM CEK DISINI
TESTIMONI PESERTA CEK DISINI
JADWAL TES ACEPT UGM CEK DISINI
CARA MENDAFTAR TES ACEPT UGM CEK DISINI
CEK KUOTA TES ACEPT UGM LIHAT DISINI
CONTOH SOAL ACEPT UGM PELAJARI DISINI
CEK HASIL TES ACEPT UGM DISINI
INFO BIMBINGAN PAPS UGM CEK DISINI
TESTIMONI PESERTA CEK DISINI
JADWAL TES PAPS UGM CEK DISINI
CARA MENDAFTAR TES PAPS UGM CEK DISINI
CEK KUOTA TES PAPS UGM LIHAT DISINI
CONTOH SOAL PAPS UGM PELAJARI DISINI
CEK HASIL TES PAPS UGM DISINI
INFO BIMBINGAN IUP UGM CEK DISINI
JADWAL TES IUP UGM CEK DISINI

0 Komentar