DUNIA PENDIDIKAN > Jadikan Ramadhan sebagai Self-correction, Bukan untuk Judging Others

Madrasah Spiritualitas dan Paradoks Anarkisme di Balik Kedok Kesucian

Bulan suci Ramadan sering disebut sebagai Madrasah Ruhaniyah atau sekolah bagi jiwa. Secara filosofis, Ramadan adalah momentum pendidikan karakter yang paling komprehensif, di mana umat Islam dididik untuk menguasai diri, berempati, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Namun, ironisnya, setiap tahun kita masih sering mendengar laporan tentang tindakan anarkis yang dilakukan atas nama agama, seperti kasus penganiayaan terhadap mereka yang tidak berpuasa.

Kesenjangan antara esensi ibadah dengan perilaku sosial ini menjadi tantangan besar bagi bangsa Indonesia yang berpegang pada prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Pendidikan puasa seharusnya melahirkan kedamaian, bukan kekerasan.

I. Nilai-Nilai Pendidikan dalam Puasa Ramadan

Secara esensial, puasa (shoum) memiliki arti "menahan diri". Di dalamnya terkandung nilai pendidikan yang sangat dalam jika dihayati secara benar:

1. Pendidikan Kesabaran dan Pengendalian Diri

Puasa melatih seseorang untuk menahan keinginan yang paling mendasar, yaitu rasa lapar dan haus. Jika keinginan fisik saja bisa ditahan, seharusnya menahan nafsu amarah dan kebencian menjadi lebih mudah.

2. Pendidikan Empati (Kepedulian Sosial)

Merasakan rasa lapar bertujuan agar pelaku puasa dapat merasakan penderitaan orang miskin. Hal ini seharusnya memicu tindakan kasih sayang, bukan penghakiman.

3. Pendidikan Kejujuran

Puasa adalah ibadah yang sangat privat antara manusia dan Tuhan. Ini melatih integritas agar seseorang tetap jujur meskipun tidak ada orang lain yang melihat.

II. Paradoks "Mokel" dan Tindakan Anarkis: Mengapa Masih Terjadi?

Baru-baru ini, sebuah insiden di Banyumas menjadi sorotan publik. Seorang remaja menjadi korban pemukulan karena ketahuan "mokel" (membatalkan puasa di siang hari) di sebuah lapangan (Kompas Regional, 2026; Detik Jateng, 2026). Peristiwa ini memicu pertanyaan kritis: mengapa bulan yang suci dinodai dengan perbuatan keji?

1. Agama Suci, Namun Penganutnya Belum Tentu

Agama Islam mengajarkan kesucian dan kedamaian, namun tindakan penganutnya sangat bergantung pada tingkat pemahaman dan kedewasaan emosional mereka. Perbuatan anarkis atas nama agama sama sekali tidak dibenarkan. Kekerasan justru bertentangan dengan esensi puasa itu sendiri. Orang yang memukul orang lain karena tidak berpuasa sebenarnya telah gagal dalam ujian "menahan diri" yang menjadi inti dari puasa tersebut.

2. Memaksakan Aturan Agama kepada Orang Lain

Ibadah adalah kewajiban individu bagi yang meyakininya. Memaksakan aturan agama pribadi kepada orang lain—baik itu penganut agama lain maupun sesama penganut yang sedang berhalangan—adalah bentuk kesalahpahaman dalam beragama. Saling menghargai bukan berarti boleh menganiaya. Jika seorang muslim ingin dihargai puasanya, maka ia juga harus menghargai hak orang lain untuk tidak berpuasa.

3. Delusi "Lebih Suci"

Seringkali, kelompok yang melakukan kekerasan merasa memiliki otoritas moral untuk menghukum orang lain. Mereka merasa "lebih benar" dan "lebih suci", sehingga merasa berhak menghakimi. Padahal, dalam ajaran agama, menghakimi sesama manusia adalah bentuk kesombongan yang dilarang.

III. Main Hakim Sendiri Adalah Pidana

Penting untuk dipahami bahwa tidak ada satu pun aturan dalam hukum negara Indonesia yang memberikan kewenangan kepada warga sipil untuk melakukan pemukulan atau penganiayaan kepada orang yang tidak berpuasa.

Tindakan pemukulan, apa pun alasannya, dapat dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan (An-Nur, 2024). Polisi dalam kasus di Banyumas telah mengambil tindakan tegas karena tindakan tersebut sudah masuk ke ranah pidana. Agama tidak boleh dijadikan tameng untuk membenarkan tindakan melanggar hukum (MSN, 2026).

IV. Solusi Menjaga Kedamaian dan Persatuan Indonesia

Agar Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika ini tetap damai, terutama selama bulan Ramadan, diperlukan beberapa langkah solutif:

1. Reorientasi Makna Puasa

Para tokoh agama dan pendidik perlu menekankan bahwa puasa adalah tentang mengoreksi diri sendiri (self-correction), bukan mengoreksi orang lain (judging others). Jika melihat orang makan, jadikan itu sebagai ujian kesabaran bagi diri sendiri, bukan alasan untuk marah.

2. Moderasi Beragama

Menginternalisasi nilai bahwa menghormati orang lain adalah bagian dari ibadah. Kedamaian tidak akan tercapai jika satu kelompok merasa paling benar dan berhak mengatur kelompok lain secara paksa.

3. Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Aparat kepolisian harus bertindak tegas terhadap setiap aksi main hakim sendiri bermotif agama agar tidak menjadi preseden buruk di masa depan (Tribun Banyumas, 2026).

4. Budaya Saling Menjaga

Kelompok yang berpuasa menyediakan ruang toleransi bagi yang tidak berpuasa, dan sebaliknya, yang tidak berpuasa menjaga kesopanan di ruang publik. Namun, kesopanan ini tidak boleh dipaksakan melalui kekerasan.


Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk mempererat persatuan, bukan pemicu perpecahan. Kekerasan yang terjadi karena persoalan "mokel" menunjukkan adanya kegagalan dalam memahami esensi pendidikan puasa. Kita tidak boleh membiarkan ada oknum yang merasa lebih suci sehingga menghalalkan penganiayaan. Kedamaian di Indonesia hanya bisa terjaga jika kita sepakat untuk menghormati perbedaan, mengedepankan hukum, dan menjunjung tinggi kemanusiaan di atas ego kelompok.


REFERENSI BERITA

An-Nur Blog. (2024). Memukul Orang Bisa Dipidana: Ini Penjelasannya. Diakses dari https://an-nur.ac.id/blog/memukul-orang-bisa-dipidana-ini-penjelasannya.html

Banyumas Tribunnews. (2026, Februari). Viral Remaja di Banyumas Dipukul Gara-Gara Mokel Puasa di Lapangan. Diakses dari https://banyumas.tribunnews.com/news/88347/viral-remaja-di-banyumas-dipukul-gara-gara-mokel-puasa-di-lapangan

Detik Jateng. (2026, Februari). Mokel di Desa Tetangga, Remaja Dianiya di Pasiraman Kidul Banyumas. Diakses dari https://www.detik.com/jateng/berita/d-8366236/mokel-di-desa-tetangga-remaja-dianiaya-di-pasiraman-kidul-banyumas

Kompas Regional. (2026, Februari 22). Remaja di Banyumas Jadi Korban Pemukulan karena Ketahuan Tak Puasa, Polisi Ambil Tindakan. Diakses dari https://regional.kompas.com/read/2026/02/22/063604578/remaja-di-banyumas-jadi-korban-pemukulan-karena-ketahuan-tak-puasa-polisi

MSN Berita Kejahatan. (2026, Februari). Viral Remaja di Banyumas Dipukul karena Makan di Siang Hari, Polisi Ambil Tindakan. Diakses dari https://www.msn.com/id-id/kejahatan/umum/viral-remaja-di-banyumas-dipukul-karena-makan-di-siang-hari-polisi-ambil-tindakan/ar-AA1WNaLg


INFO PELATIHAN PPDS / PPDGS, AcEPT UGMPAPS UGMdan akademik lainnya?

Silahkan menghubungi No Admin GLC 0818 25 1111

 

INFORMASI PPDS UGM CEK DISINI

INFORMASI PPDGS UGM  CEK DISINI

INFORMASI PPDS CENTER SE-INDONESIA CEK DISINI


INFO BIMBINGAN ACEPT UGM CEK DISINI

TESTIMONI PESERTA CEK DISINI

JADWAL TES ACEPT UGM CEK DISINI

CARA MENDAFTAR TES ACEPT UGM CEK DISINI

CEK KUOTA TES ACEPT UGM LIHAT DISINI

CONTOH SOAL ACEPT UGM PELAJARI DISINI

CEK HASIL TES ACEPT UGM DISINI


INFO BIMBINGAN PAPS UGM CEK DISINI

TESTIMONI PESERTA CEK DISINI

JADWAL TES PAPS UGM CEK DISINI

CARA MENDAFTAR TES PAPS UGM CEK DISINI

CEK KUOTA TES PAPS UGM LIHAT DISINI

CONTOH SOAL PAPS UGM PELAJARI DISINI

CEK HASIL TES PAPS UGM DISINI


INFO BIMBINGAN IUP UGM CEK DISINI

JADWAL TES IUP UGM CEK DISINI

 


acept ugm , tes acept ugm , tes acept , acept , soal acept ugm , pendaftaran acept ugm , hasil acept ugm , jadwal acept ugm , accept ugm , accept , acep , ppb ugm , ppb ugm acept , pelatihan acept, kursus acept , lihat hasil tes acept ugm , jadwal tes acept ugm , tips lulus acept, iup ugm , iup, gmst, gmst ugm , lulus iup ugm paps ugm , tes paps ugm , tes paps , paps , soal paps ugm , pendaftaran paps ugm , hasil paps ugm , jadwal paps ugm , paps ugm , tpa ugm , um ugm , tpda ugm , pelatihan paps , kursus paps , lihat hasil tes paps ugm , jadwal tes acept ugm , tips lulus paps ppds , ppdgs, dokter residen , ppds center , ppds ugm , ppds unair , ppds unsu , ppds ui , ppds undip, dokter spesialis, iup , iup kedokteran, iup ugm Toefl test , tes toefl , soal toefl , soal soal toefl , toefl online , contoh toefl , itp toefl , itp , ibt toefl , belajar toefl , contoh soal toefl , nilai toefl , latihan toefl, contoh tes toefl , tes toefl itp , skore toefl , materi toefl , toefl jogja , toefl yogyakarta , pelatihan toefl , kursus toefl , tips toefl , trik toefl , jadwal tes toefl itp yogyakarta info beasiswa , beasiswa, peluang beasiswa , pejuang beasiswa , scholarship , scholarships , scholar , scholars , lpdp , info film , film bagus , rekomendasi film , film ok , fim korea , drama korea , drakor , kdrama , k-drama, korean drama , korean movie , k-movie , kmovie , kpop , k-pop , cdrama , china drama , drama china , film china , film jepang , film thailand , film taiwan , film barat , dunia film , bioskop bagus


0 Komentar

Copyright © 2025 - Gamada Learning Center - All Rights Reserved
Back to Top