Dunia kemahasiswaan Indonesia kembali diguncang oleh ketegangan antara aktivisme kampus dan pemegang kekuasaan. Kali ini, sorotan tertuju pada Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo, yang menjadi sasaran hinaan fisik dan intimidasi verbal dari seorang pejabat tinggi negara, yakni Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Insiden ini memicu gelombang diskusi publik mengenai etika pejabat, ruang demokrasi, dan keberanian mahasiswa dalam menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah.
Konflik ini berawal dari kritik tajam yang dilayangkan BEM UGM terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta isu sosial lainnya. Namun, respons yang muncul bukannya berupa adu argumen yang substansial, melainkan serangan personal yang dinilai banyak pihak tidak mencerminkan adab seorang pejabat publik. Meski demikian, Tiyo justru menuai pujian atas sikapnya yang tetap tenang dan memberikan jawaban yang dinilai sangat berkelas.
I. Kritik Pedas "Maling Berkedok Gizi"
Ketegangan ini bermula ketika Tiyo melalui platform BEM UGM menyuarakan kritik keras terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Dalam orasinya yang viral, Tiyo menyinggung adanya potensi penyelewengan dalam program tersebut. Ia bahkan memberikan label yang sangat berani, yakni menyebut program tersebut sebagai bentuk "Maling Berkedok Gizi" atau MBG (GenPI, 2026).
Kritik tersebut bukan tanpa dasar. Mahasiswa UGM menyoroti masalah transparansi, distribusi, hingga urgensi program di tengah isu-isu kemiskinan yang lebih mendasar. Selain itu, Tiyo juga aktif menyuarakan keprihatinan atas kasus tragis bunuh diri anak di NTT yang ia kaitkan dengan kegagalan sistem jaminan sosial dan pendidikan (Tempo, 2026; tvOneNews, 2026).
II. Hinaan "Monyet" dan Amarah Wakil Kepala BGN
Respons yang diberikan oleh Wakil Kepala BGN mengejutkan publik. Alih-alih memberikan klarifikasi teknis atau data mengenai program gizi, pejabat tersebut justru meluapkan amarahnya di kolom komentar media sosial Tiyo.
III. Jawaban Berkelas Tiyo: "Monyet Tidak Pernah Korupsi"
Di tengah banjir dukungan dan tekanan publik agar Tiyo membalas dengan kemarahan yang sama, ia justru memilih jalur diplomasi yang cerdas. Jawaban Tiyo atas hinaan "monyet" tersebut menjadi perbincangan hangat karena dinilai mampu membalikkan narasi tanpa kehilangan martabat.
Tiyo merespons dengan kalimat singkat namun menghunjam: "Monyet tidak pernah korupsi." (MSN, 2026; TribunNews, 2026).
Kalimat ini mengandung makna filosofis yang dalam. Tiyo seolah ingin menegaskan bahwa jauh lebih terhormat menjadi sosok yang dihina secara fisik daripada menjadi manusia yang memiliki jabatan tinggi namun melakukan praktik korupsi atau mengkhianati amanah rakyat. Jawaban ini secara otomatis mengarahkan fokus publik kembali pada isu integritas pejabat publik dan transparansi anggaran negara, yang merupakan inti dari kritik awalnya.
IV. Intimidasi dan Respons Pihak Istana
Dampak dari kritik tersebut tidak berhenti pada hinaan di kolom komentar. Tiyo dilaporkan mengalami berbagai bentuk teror dan intimidasi setelah menyuarakan kritik keras terhadap pemerintah.
Pihak Istana melalui Kantor Staf Presiden memberikan respons terhadap situasi ini. Alih-alih mengecam hinaan dari pejabat BGN, pihak Istana justru menyinggung soal pentingnya "adab ketimuran" dalam menyampaikan kritik (tvOneNews, 2026; MSN, 2026). Pernyataan ini dinilai kontroversial oleh para aktivis karena dianggap sebagai upaya untuk membungkam kritik dengan kedok kesantunan, sembari mengabaikan niretika yang dilakukan oleh pejabat publik yang justru melontarkan makian fisik.
Keluarga mahasiswa UGM dan elemen masyarakat sipil lainnya berdiri di belakang Tiyo, menekankan bahwa di dalam negara demokrasi, kebebasan berpendapat adalah hak konstitusional yang tidak boleh dibalas dengan teror maupun penghinaan martabat (Tempo, 2026).
Kasus Ketua BEM UGM Tiyo vs Wakil Kepala BGN adalah potret nyata dari rapuhnya ruang dialog antara pemuda dan penguasa di Indonesia. Ketika kritik akademis dibalas dengan makian fisik, maka yang sedang sakit bukan hanya komunikasi politik, melainkan juga mentalitas birokrasi kita.
Sikap tenang Tiyo dan jawabannya yang menyatakan bahwa "monyet tidak pernah korupsi" adalah sebuah pengingat keras bahwa martabat seorang manusia ditentukan oleh integritasnya, bukan oleh jabatan atau kesempurnaan fisik. Peristiwa ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa di seluruh Indonesia untuk tetap berani bersuara secara substansial, meski harus berhadapan dengan tembok kekuasaan yang sering kali reaktif dan niretika.
REFERENSI
GenPI. (2026). Viral Kritik Pedas Ketua BEM UGM Sebut MBG Maling Berkedok Gizi. Diakses dari
MSN / Berita Nasional. (2026). Ketua BEM UGM Diteror Setelah Kritik Pemerintah, Istana Merespons Begini. Diakses dari
MSN / Other. (2026). Jawaban Berkelas Tiyo Ketua BEM UGM Usai Dihina Wakil Kepala BGN: Monyet Tidak Pernah Korupsi. Diakses dari
Tempo. (2026). Ketua BEM UGM Diteror Usai Suarakan Anak Bunuh Diri di NTT. Diakses dari
TribunNews Trends. (2026a). Jawaban Berkelas Tiyo Ketua BEM UGM Usai Dihina Wakil Kepala BGN. Diakses dari
TribunNews Trends. (2026b). Amarah Wakil Kepala BGN Meledak di Kolom Komentar Ketua BEM UGM. Diakses dari
tvOneNews. (2026). Ketua BEM UGM Diteror Usai Kritik Kasus Anak Akhiri Hidup di NTT, Istana Singgung Soal Adab Ketimuran. Diakses dari
INFO PELATIHAN PPDS / PPDGS, AcEPT UGM, PAPS UGM, dan akademik lainnya?
Silahkan menghubungi No Admin GLC 0818 25 1111
INFORMASI PPDS UGM CEK DISINI
INFORMASI PPDGS UGM CEK DISINI
INFORMASI PPDS CENTER SE-INDONESIA CEK DISINI
INFO BIMBINGAN ACEPT UGM CEK DISINI
TESTIMONI PESERTA CEK DISINI
JADWAL TES ACEPT UGM CEK DISINI
CARA MENDAFTAR TES ACEPT UGM CEK DISINI
CEK KUOTA TES ACEPT UGM LIHAT DISINI
CONTOH SOAL ACEPT UGM PELAJARI DISINI
CEK HASIL TES ACEPT UGM DISINI
INFO BIMBINGAN PAPS UGM CEK DISINI
TESTIMONI PESERTA CEK DISINI
JADWAL TES PAPS UGM CEK DISINI
CARA MENDAFTAR TES PAPS UGM CEK DISINI
CEK KUOTA TES PAPS UGM LIHAT DISINI
CONTOH SOAL PAPS UGM PELAJARI DISINI
CEK HASIL TES PAPS UGM DISINI
INFO BIMBINGAN IUP UGM CEK DISINI
JADWAL TES IUP UGM CEK DISINI

0 Komentar