HOT ISSUE > Polemik Nasionalisme dan Beasiswa, Kasus Dwi Sasetyaningtyas Bangga Anak Jadi WNA

Dunia maya Indonesia baru-baru ini diguncang oleh isu sensitif mengenai integritas penerima beasiswa negara. Dwi Sasetyaningtyas, seorang alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), menjadi pusat perhatian setelah unggahannya mengenai status kewarganegaraan anaknya memicu kemarahan publik. Kasus ini membuka kembali perdebatan panjang mengenai etika penerima beasiswa yang dibiayai pajak rakyat dan komitmen nasionalisme (Medcom, 2026; NTV News, 2026).

Keluarga besar Gamada Learning Center menyatakan keprihatinannya atas kegaduhan ini. Kami mendorong penyelesaian yang edukatif dan holistik, serta berharap agar nilai-nilai kebangsaan tetap menjadi fondasi bagi setiap putra-putri bangsa yang berkesempatan menuntut ilmu di luar negeri.

1. Kronologi Kejadian

Insiden ini bermula dari aktivitas media sosial yang dianggap tidak peka terhadap konteks sosial dan tanggung jawab moral sebagai penerima beasiswa negara.

A. Unggahan Status Kewarganegaraan

Dwi Sasetyaningtyas mengunggah momen keberhasilan anaknya mendapatkan paspor dan status sebagai Warga Negara Inggris. Dalam narasinya, ia secara eksplisit menyatakan rasa bangga dan syukur bahwa anaknya kini bukan lagi Warga Negara Indonesia (WNI). Ia bahkan menyebutkan bahwa biarlah dirinya saja yang memegang status WNI demi "mengurus aset" di tanah air, sementara anak-anaknya lebih baik memiliki kewarganegaraan asing (TV One News, 2026; Suara.com, 2026).

B. Reaksi Publik dan Figur Publik

Unggahan tersebut langsung memicu reaksi keras dari netizen Indonesia. Masyarakat menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk pengkhianatan moral terhadap negara yang telah membiayai pendidikannya. Figur publik seperti Melaney Ricardo turut memberikan pesan menohok, menekankan pentingnya menghargai kesempatan yang diberikan negara melalui pajak rakyat (Insertlive, 2026). Akibat tekanan publik, netizen bahkan mulai menelisik profil suami dan latar belakang beasiswa Dwi (Solo Balapan, 2026).

C. Penyesalan dan Klarifikasi

Setelah mendapatkan kecaman luas, Dwi Sasetyaningtyas akhirnya menghapus unggahan tersebut dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia mengakui bahwa unggahannya telah melukai perasaan banyak orang dan mengeklaim bahwa dirinya tetap bangga menjadi WNI (Kilat.com, 2026; TV One News, 2026).

2. Analisis Berimbang: Dua Sisi Sudut Pandang

Untuk memahami kasus ini secara adil, kita perlu melihat argumen dari dua sisi yang berbeda:

A. Sudut Pandang Publik dan Negara

Publik memandang beasiswa LPDP sebagai investasi sosial dan kontrak moral. Penerima beasiswa dianggap sebagai duta bangsa yang memiliki kewajiban untuk berkontribusi kembali ke Indonesia. Ketika seorang alumni pamer bahwa anaknya berhasil keluar dari kewarganegaraan Indonesia, hal itu dianggap meruntuhkan narasi bela negara dan menunjukkan mentalitas yang hanya ingin memanfaatkan fasilitas negara tanpa memiliki ikatan emosional terhadap tanah air.

B. Sudut Pandang Individu dan Pragmatisme Global

Di sisi lain, secara pragmatis, banyak orang tua mengejar kewarganegaraan asing bagi anak-anak mereka demi akses pendidikan, kesehatan, dan kemudahan mobilitas global (paspor yang lebih kuat). Bagi sebagian individu, status WNA dianggap sebagai bentuk proteksi masa depan anak di tengah persaingan global yang ketat. Namun, kesalahan fatal dalam kasus Dwi adalah melakukan narasi tersebut secara publik dengan membandingkan secara negatif status WNI di saat dirinya masih menyandang status sebagai "penerima modal" dari negara.

3. Kajian Multidisiplin Ilmu

Kasus ini memiliki kedalaman yang bisa dibedah melalui beberapa perspektif ilmiah:

A. Perspektif Sosiologi: Kewarganegaraan Transnasional

Sosiolog melihat adanya tren "Kewarganegaraan Transnasional" di kalangan elit terdidik. Mereka memiliki loyalitas yang terbagi atau "loyalitas fungsional" (memanfaatkan fasilitas negara A, namun ingin identitas negara B). Kasus ini menunjukkan adanya pergeseran makna nasionalisme dari identitas emosional menjadi pilihan logistik/ekonomi.

B. Perspektif Psikologi: Sense of Belonging dan Ego Sektoral

Secara psikologis, ada ketidaksinambungan antara identitas diri sebagai "warga dunia" yang terdidik di luar negeri dengan tanggung jawab sebagai "anak bangsa". Kegagalan dalam menyeimbangkan ego pribadi dengan sensitivitas kolektif publik Indonesia sering kali berujung pada tindakan yang dianggap tidak patriotik.

C. Perspektif Hukum dan Administrasi Publik

LPDP memiliki kontrak yang mewajibkan penerima beasiswa untuk kembali ke Indonesia. Namun, hukum Indonesia tidak melarang anak dari WNI untuk memilih kewarganegaraan asing jika lahir di luar negeri atau melalui proses naturalisasi. Secara administratif, tidak ada aturan hukum yang dilanggar, namun secara etika administrasi publik, tindakan tersebut merusak reputasi program beasiswa nasional.

4. Solusi Konkret: Menjaga Integritas Alumni

Agar kejadian serupa tidak terjadi lagi, diperlukan langkah-langkah konkret dan sistemik:

A. Penguatan Orientasi Nilai Kebangsaan

LPDP perlu memperkuat pembekalan nilai-tahun (re-entry program) bagi alumni yang baru pulang. Bukan sekadar menuntut kembali secara fisik, tetapi membangun kembali rasa memiliki (sense of belonging) terhadap narasi besar Indonesia.

B. Kode Etik Alumni

Perlu adanya kode etik perilaku di media sosial bagi alumni LPDP yang masih dalam masa ikatan dinas atau masa kontribusi. Hal ini bertujuan agar alumni tetap menjaga marwah institusi dan negara yang telah membiayai mereka.

C. Evaluasi Transparansi Kontribusi

Publik perlu diberikan akses untuk melihat sejauh mana kontribusi nyata para alumni di tanah air. Dengan adanya transparansi kontribusi, persepsi publik terhadap alumni akan lebih positif dan berbasis data kerja nyata.

D. Literasi Digital bagi Penerima Beasiswa

Penting bagi lembaga pemberi beasiswa untuk memberikan edukasi mengenai sensitivitas konten digital. Penerima beasiswa harus sadar bahwa setiap tindakan publik mereka membawa nama negara.

Kesetiaan kepada negara tidak hanya diukur dari paspor yang dipegang, tetapi dari bagaimana kita menghargai kesempatan yang diberikan oleh rakyat Indonesia untuk menjadi manusia yang lebih berdaya.


REFERENSI

  1. Insertlive. (2026). "Pesan Menohok Melaney Ricardo soal Isu Alumni LPDP Bangga Anak Bukan WNI." Insertlive.com. Diakses dari https://www.insertlive.com/celebuzz/20260220130422-257-397453/pesan-menohok-melaney-ricardo-soal-isu-alumni-lpdp-bangga-anak-bukan-wni

  2. Kilat.com. (2026). "Dwi Sasetyaningtyas Minta Maaf Pasca Beasiswa LPDP Dikuliti, Melukai Perasaan Banyak Orang." Kilat.com/Nasional. Diakses dari https://www.kilat.com/nasional/84416751673/dwi-sasetyaningtyas-minta-maaf-pasca-beasiswa-lpdp-dikuliti-melukai-perasaan-banyak-orang

  3. Medcom. (2026). "Penerima LPDP Ini Dihujat Netizen Usai Banggakan Anak Jadi WNA." Medcom.id/Nasional. Diakses dari https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/zNAdjEAK-penerima-lpdp-ini-dihujat-netizen-usai-banggakan-anak-jadi-wna

  4. NTV News. (2026). "Viral Penerima LPDP Dihujat Netizen Usai Pamer Anak Resmi Jadi WN Inggris." Ntvnews.id/News. Diakses dari https://www.ntvnews.id/news/0189575/viral-penerima-lpdp-dihujat-netizen-usai-pamer-anak-resmi-jadi-wn-inggris

  5. Solo Balapan. (2026). "Suami Dwi Sasetyaningtyas Siapa? Istrinya Viral Usai Bangga Anaknya Jadi WNA Padahal Penerima LPDP." Solobalapan.jawapos.com. Diakses dari https://solobalapan.jawapos.com/berita-utama/2307218477/suami-dwi-sasetyaningtyas-siapa-istrinya-viral-usai-bangga-anaknya-jadi-wna-padahal-penerima-lpdp-sang-suami-kini-juga-dikuliti

  6. Suara.com. (2026). "Viral Penerima LPDP Ini Girang Anaknya Jadi WNA, Berujung Cibiran Pedas." Suara.com/Entertainment. Diakses dari https://www.suara.com/entertainment/2026/02/17/180500/viral-penerima-lpdp-ini-girang-anaknya-jadi-wna-berujung-cibiran-pedas

  7. TV One News. (2026). "Dulu Pamer Paspor Anak Jadi WNA Inggris, Kini Dwi Sasetyaningtyas Penerima LPDP Menyesal Usai Dihujat Netizen." Tvonenews.com/Nasional. Diakses dari https://www.tvonenews.com/berita/nasional/417407-dulu-pamer-paspor-anak-jadi-wna-inggris-kini-dwi-sasetyaningtyas-penerima-lpdp-menyesal-usai-dihujat-netizen-saya-bangga-jadi-wni


INFO PELATIHAN INTERVIEW PPDS / PPDGS, AcEPT UGMPAPS UGMdan akademik lainnya?

Silahkan menghubungi No Admin GLC 0818 25 1111

 

INFORMASI PPDS UGM CEK DISINI

INFORMASI PPDGS UGM  CEK DISINI

INFORMASI PPDS CENTER SE-INDONESIA CEK DISINI


INFO BIMBINGAN ACEPT UGM CEK DISINI

TESTIMONI PESERTA CEK DISINI

JADWAL TES ACEPT UGM CEK DISINI

CARA MENDAFTAR TES ACEPT UGM CEK DISINI

CEK KUOTA TES ACEPT UGM LIHAT DISINI

CONTOH SOAL ACEPT UGM PELAJARI DISINI

CEK HASIL TES ACEPT UGM DISINI


INFO BIMBINGAN PAPS UGM CEK DISINI

TESTIMONI PESERTA CEK DISINI

JADWAL TES PAPS UGM CEK DISINI

CARA MENDAFTAR TES PAPS UGM CEK DISINI

CEK KUOTA TES PAPS UGM LIHAT DISINI

CONTOH SOAL PAPS UGM PELAJARI DISINI

CEK HASIL TES PAPS UGM DISINI


INFO BIMBINGAN IUP UGM CEK DISINI

JADWAL TES IUP UGM CEK DISINI

 


acept ugm , tes acept ugm , tes acept , acept , soal acept ugm , pendaftaran acept ugm , hasil acept ugm , jadwal acept ugm , accept ugm , accept , acep , ppb ugm , ppb ugm acept , pelatihan acept, kursus acept , lihat hasil tes acept ugm , jadwal tes acept ugm , tips lulus acept, iup ugm , iup, gmst, gmst ugm , lulus iup ugm paps ugm , tes paps ugm , tes paps , paps , soal paps ugm , pendaftaran paps ugm , hasil paps ugm , jadwal paps ugm , paps ugm , tpa ugm , um ugm , tpda ugm , pelatihan paps , kursus paps , lihat hasil tes paps ugm , jadwal tes acept ugm , tips lulus paps ppds , ppdgs, dokter residen , ppds center , ppds ugm , ppds unair , ppds unsu , ppds ui , ppds undip, dokter spesialis, iup , iup kedokteran, iup ugm Toefl test , tes toefl , soal toefl , soal soal toefl , toefl online , contoh toefl , itp toefl , itp , ibt toefl , belajar toefl , contoh soal toefl , nilai toefl , latihan toefl, contoh tes toefl , tes toefl itp , skore toefl , materi toefl , toefl jogja , toefl yogyakarta , pelatihan toefl , kursus toefl , tips toefl , trik toefl , jadwal tes toefl itp yogyakarta info beasiswa , beasiswa, peluang beasiswa , pejuang beasiswa , scholarship , scholarships , scholar , scholars , lpdp , info film , film bagus , rekomendasi film , film ok , fim korea , drama korea , drakor , kdrama , k-drama, korean drama , korean movie , k-movie , kmovie , kpop , k-pop , cdrama , china drama , drama china , film china , film jepang , film thailand , film taiwan , film barat , dunia film , bioskop bagus


0 Komentar

Copyright © 2025 - Gamada Learning Center - All Rights Reserved
Back to Top