Sebuah insiden memilukan sekaligus ironis terjadi di Bekasi, Jawa Barat. Seorang anggota kepolisian yang seharusnya menjadi garda terdepan perlindungan masyarakat, justru menjadi korban keganasan begal. Lebih miris lagi, meski sang polisi telah bersimbah darah dan berteriak meminta pertolongan, warga di sekitar lokasi kejadian enggan mengulurkan tangan (Suara Desa, 2026).
Fenomena ini bukan sekadar masalah kriminalitas biasa, melainkan sebuah sinyal merah mengenai krisis kepercayaan masyarakat terhadap proses hukum di Indonesia. Ketakutan warga untuk menolong bukan karena sifat apatis, melainkan trauma kolektif atas risiko hukum yang sering kali justru menjerat orang-orang berniat baik (Kelumajang, 2026).
Keluarga besar Gamada Learning Center turut prihatin atas kejadian ini dan mendorong adanya perbaikan sistemik agar perlindungan hukum tidak hanya tajam pada prosedur, tetapi juga adil bagi nurani kemanusiaan.
1. Kronologi Kejadian
Insiden ini terjadi di wilayah Bekasi pada malam hari, saat jalanan relatif sepi namun masih berada di lingkungan yang terjangkau oleh pemukiman atau perlintasan warga.
A. Aksi Pembegalan yang Sadis
Korban, yang merupakan seorang anggota polisi aktif, sedang melintas sebelum dihadang oleh komplotan begal. Pelaku tidak segan-segan menggunakan senjata tajam untuk melumpuhkan korban. Akibatnya, korban mengalami luka parah dan bersimbah darah di lokasi kejadian (Warta Banjar, 2026).
B. Teriakan Minta Tolong yang Diabaikan
Dalam kondisi kritis, korban sempat berteriak meminta pertolongan kepada warga yang berada di sekitar atau yang melintas. Namun, kenyataan pahit harus ia telan; warga hanya melihat dari kejauhan tanpa berani mendekat (Harian Aceh, 2026). Korban dibiarkan berjuang sendiri dalam kondisi terluka parah sebelum akhirnya mendapatkan penanganan medis setelah pelaku melarikan diri (MONW News, 2026).
C. Alasan di Balik Penolakan Warga
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari saksi mata, alasan utama warga enggan membantu sangat mengagetkan sekaligus logis dalam konteks saat ini: takut dijadikan tersangka (Nanggroe Media, 2026). Warga merasa serba salah; jika mereka melawan begal hingga pelaku terluka, mereka takut dipidana. Jika mereka menolong korban yang bersimbah darah, mereka takut terseret dalam urusan pemeriksaan kepolisian yang panjang atau bahkan dituduh terlibat (Zona Mahasiswa, 2026).
2. Kajian Multidisiplin Ilmu
Fenomena "diamnya warga" saat melihat kejahatan dapat dibedah melalui berbagai perspektif ilmiah:
A. Perspektif Psikologi Sosial: The Bystander Effect dan Trauma Hukum
Secara psikologis, ini merupakan bentuk ekstrem dari Bystander Effect, di mana individu enggan memberikan bantuan karena adanya hambatan eksternal. Namun, dalam kasus Bekasi, hambatannya bukan sekadar difusi tanggung jawab, melainkan Trauma Hukum Kolektif. Masyarakat merekam jejak kasus-kasus terdahulu di mana orang yang membela diri atau menolong korban justru berakhir di balik jeruji besi (Kasus Hogi di Sleman sebagai contoh nyata).
B. Perspektif Sosiologi Hukum: Krisis Legitimasi
Kajian sosiologi menunjukkan adanya pergeseran perilaku masyarakat akibat hilangnya rasa aman secara hukum. Ketika hukum dianggap tidak lagi melindungi pemberi pertolongan (the good samaritan), masyarakat akan memilih mode "bertahan hidup" (survival mode) dengan cara mengabaikan lingkungan demi keselamatan pribadi. Ini menandakan rusaknya kontrak sosial antara negara dan rakyat.
C. Perspektif Kriminologi: Peluang Bagi Pelaku Kejahatan
Kriminolog melihat bahwa ketakutan warga memberikan keuntungan besar bagi pelaku kriminal. Begal akan semakin berani beraksi di tempat umum karena mereka tahu bahwa saksi mata atau warga sekitar tidak akan berani melakukan intervensi karena takut pada konsekuensi hukum pasca-kejadian.
3. Solusi Konkret: Mengembalikan Keberanian Warga
Agar tragedi di mana "polisi dibegal dan warga takut menolong" tidak terulang, diperlukan langkah-langkah drastis:
A. Penerapan Good Samaritan Law secara Eksplisit
B. Reformasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Kepolisian
C. Edukasi Hukum dan Perlindungan Saksi
D. Optimalisasi Teknologi Keamanan
Tragedi di Bekasi adalah cermin retak hukum kita. Jika seorang polisi saja tidak bisa mendapatkan pertolongan karena warga takut pada hukum, maka ada sesuatu yang sangat salah dalam cara kita bernegara.
REFERENSI
- Harian Aceh. (2026). "Polisi Bersimbah Darah Jadi Korban Begal di Bekasi, Warga Tak Berani Menolong." Harianaceh.co.id. Diakses dari
https://www.harianaceh.co.id/2026/02/12/polisi-bersimbah-darah-jadi-korban-begal-di-bekasi-warga-tak-berani-menolong/
- Kelumajang. (2026). "Anggota Polisi Jadi Korban Begal di Bekasi, Warga Takut Menolong Alasannya Mengagetkan."
Kelumajang.com/Berita . Diakses darihttps://www.kelumajang.com/berita/98116706398/anggota-polisi-jadi-korban-begal-di-bekasi-warga-takut-menolong-alasanya-mengagetkan MONW News. (2026). "Miris, Polisi di Bekasi Kena Begal tapi Tidak Ada yang Menolong Meski Sudah Teriak Minta Tolong." Monwnews.com. Diakses dari
https://www.monwnews.com/miris-polisi-di-bekasi-kena-begal-tapi-tidak-ada-yang-menolong-meski-sudah-teriak-minta-tolong/ Nanggroe Media. (2026). "Polisi di Bekasi Jadi Korban Begal, Warga Enggan Memantu Karena Takut Dipenjara." Nanggroe.media/News. Diakses dari
https://www.nanggroe.media/news/polisi-di-bekasi-jadi-korban-begal-warga-enggan-membantu-karena-takut-dipenjara/ Suara Desa. (2026). "Polisi Bersimbah Darah Jadi Korban Begal di Bekasi, Warga Tak Berani Menolong." Suaradesa.co/Berita-utama. Diakses dari
https://suaradesa.co/berita-utama/polisi-bersimbah-darah-jadi-korban-begal-di-bekasi-warga-tak-berani-menolong/ Warta Banjar. (2026). "Polisi di Bekasi Bersimbah Darah Jadi Korban Begal dan Sempat Minta Tolong, Ini Alasan Warga Tak Membantu." Wartabanjar.com. Diakses dari
https://wartabanjar.com/2026/02/11/polisi-di-bekasi-bersimbah-darah-jadi-korban-begal-dan-sempat-minta-tolong-ini-alasan-warga-tak-membantu/ Zona Mahasiswa. (2026). "Polisi di Bekasi Dibegal Bersimbah Darah, Warga Takut Nolong Gegara Serba Salah." Zonamahasiswa.id. Diakses dari
https://zonamahasiswa.id/polisi-di-bekasi-dibegal-bersimbah-darah-warga-takut-nolong-gegara-serba-salah
INFO PELATIHAN PPDS / PPDGS, AcEPT UGM, PAPS UGM, dan akademik lainnya?
Silahkan menghubungi No Admin GLC 0818 25 1111
INFORMASI PPDS UGM CEK DISINI
INFORMASI PPDGS UGM CEK DISINI
INFORMASI PPDS CENTER SE-INDONESIA CEK DISINI
INFO BIMBINGAN ACEPT UGM CEK DISINI
TESTIMONI PESERTA CEK DISINI
JADWAL TES ACEPT UGM CEK DISINI
CARA MENDAFTAR TES ACEPT UGM CEK DISINI
CEK KUOTA TES ACEPT UGM LIHAT DISINI
CONTOH SOAL ACEPT UGM PELAJARI DISINI
CEK HASIL TES ACEPT UGM DISINI
INFO BIMBINGAN PAPS UGM CEK DISINI
TESTIMONI PESERTA CEK DISINI
JADWAL TES PAPS UGM CEK DISINI
CARA MENDAFTAR TES PAPS UGM CEK DISINI
CEK KUOTA TES PAPS UGM LIHAT DISINI
CONTOH SOAL PAPS UGM PELAJARI DISINI
CEK HASIL TES PAPS UGM DISINI
INFO BIMBINGAN IUP UGM CEK DISINI
JADWAL TES IUP UGM CEK DISINI

0 Komentar