SEPUTAR PPDS / PPDGS > WASPADA Topeng Intelektual Calon Residen

Dalam seleksi PPDS/PPDGS 2026, kompetensi klinis bukan lagi satu-satunya penentu. Panitia seleksi, terutama melalui instrumen Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI), kini memiliki "mikroskop" untuk melihat struktur kepribadian terdalam calon residen.

Salah satu fenomena yang paling diwaspadai adalah kandidat dengan prestasi akademik selangit, namun memiliki skor MMPI yang menunjukkan sifat manipulatif dan perilaku "tebang pilih" dalam memberikan rasa hormat.

I. Ketika "Skala Lie" Berbicara

MMPI memiliki skala validitas yang sangat canggih untuk mendeteksi apakah seorang kandidat menjawab dengan jujur atau sedang membangun citra palsu. Jangan merasa bahwa dengan berbohong penguji akan terkecoh. Penguji memiliki kompetensi yang tinggi, profesional, dan sudah berpengalaman belasan tahun, bukan sosok yang bisa dikecoh dengan kebohongan dan sikap manipulatif murahan. 

1. Skala Lie (L) yang Tinggi

Jika skor L Anda melampaui batas normal, penguji tahu Anda sedang mencoba Faking Good—mencitrakan diri sebagai sosok yang sempurna, tidak pernah marah, dan tidak memiliki cela. Justru ini adalah cela amat kentara yang dengan gampang bisa dibaca oleh penguji.

2. Profil Manipulatif

Skor ini menunjukkan bahwa kandidat tidak memiliki insight (kesadaran diri) yang baik atau sengaja memanipulasi informasi demi keuntungan pribadi. Dalam dunia medis, sifat manipulatif sangat berbahaya karena berkaitan dengan kejujuran medis dan keselamatan pasien.

II. Fenomena "Respect Selektif"

Beberapa kandidat menunjukkan sikap yang sangat kontradiktif: santun dan mempesona di depan Konsulen (karena dianggap pemegang kuasa), namun ketus, meremehkan, atau menjawab "ala kadarnya" kepada penguji non-dokter (Psikolog atau Tim Akademis). Padahal sejak awal pendaftaran saja sudah butuh Tim Admisi untuk membantu pemberkasan. Tanpa mereka, berkas Anda tidak akan sampai ke meja penguji. 

Pandangan Penguji terhadap Perilaku Ini:

1. Potensi Perundung (Bully)

Orang yang hanya menghormati atasan cenderung akan menindas bawahan (perawat, staf admin, atau junior). Kemenkes dan universitas kini sangat alergi terhadap bibit-bibit bully untuk menghindari kasus bunuh diri residen atau lingkungan kerja toksik. Ketika penguji membaca ini, nama Anda akan gampang dicoret. 

2. Ketidakmampuan Bekerja dalam Tim

Jika Anda pilih-pilih tingkat respect, Anda akan dianggap lancang dan tinggi hati. Rumah sakit adalah ekosistem multidisiplin. Jika seorang dokter tidak menghargai profesi lain (seperti psikolog atau farmasi), kolaborasi klinis akan hancur, yang pada akhirnya merugikan pasien. 

3. Kematangan Emosi yang Rendah

Sikap ini menunjukkan Social Intelligence yang sangat dangkal. Anda dianggap hanya "berakting" untuk lulus, bukan memiliki integritas asli. Anda juga dipandang meremehkan kemampuan penguji, seolah-oleh kompetensi mereka dalam menyeleksi calon residen bisa dengan mudah Anda tipu. 

III. Pintar vs Berintegritas—Manakah yang Harus Diterima?

Muncul pertanyaan klasik: "Bagaimana jika dia sangat pintar, IPK 4.0, publikasi internasional banyak, dan sangat kompeten secara klinis?"

Dalam rapat pleno kelulusan PPDS/PPDGS, profil seperti ini sangat mudah untuk dicoret dalam penerimaan calon residen PPDS alias DITOLAK. Mengapa?

1. Ilmu Bisa Diajarkan, Karakter Sulit Diubah

Panitia lebih memilih residen dengan kemampuan klinis rata-rata namun teachable (mau diajar) dan rendah hati, daripada residen jenius tapi sombong dan manipulatif. Seorang dokter dituntut memiliki karakter yang terpuji, santun, dan empati yang tinggi. bagaimana bisa penguji meloloskan calon residen yang sombong dan manipulatif sementara nantinya mereka akan menghadapi kasus lebih kompleks dan rumit dari sekedar dokter umum?

2. Risiko Hukum dan Etika

Residen yang manipulatif cenderung menyembunyikan kesalahan medis (medical error) demi menjaga citra. Ini adalah bom waktu bagi institusi pendidikan dan rumah sakit pendidikan. 

3. Investasi yang Merugi

Jika seorang residen bermasalah dengan karakter, ia kemungkinan besar akan terlibat konflik dengan teman sejawat atau konsulen, yang mengakibatkan ia tidak fokus belajar atau bahkan harus dikeluarkan (Drop Out) di tengah jalan.

IV. Kosongkan Gelas, Buang Topeng

Jika Anda sedang mempersiapkan diri, pahami bahwa penguji non-dokter (Psikolog) memiliki suara yang sama pentingnya dengan Konsulen Spesialis. Mereka bertugas mendeteksi "cacat karakter" yang mungkin tidak terlihat saat ujian medis.

Cara Memperbaiki Diri Sebelum Terlambat:

1. Latih Empati

Belajarlah menghargai setiap orang dalam hirarki rumah sakit, mulai dari petugas kebersihan hingga direktur. Kasarnya, Anda ketika meninggal pun masih butuh tukang gali kubur. Lantas, apa sih yang Anda sombongkan itu?

2. Jujur dalam MMPI

Jangan mencoba menebak jawaban "yang diinginkan panitia". Jawablah dengan jujur. Ketidaksempurnaan yang jujur jauh lebih dihargai daripada kesempurnaan yang dimanipulasi.

3. Kosongkan Gelas

Datanglah dengan niat untuk belajar, bukan untuk memamerkan betapa hebatnya Anda di masa lalu. Ada pepatah terkenal, "Jika Anda mau belajar, Anda harus mau diajar." Lucunya, yang merasa dirinya pintar dan tahu segalanya ini, ketika ditanya ilmu yang simple saja, sering kali mereka tidak tahu jawaban yang benar. Profile seperti sangat dikenal di kalangan penguji, istilahnya adalah Dunning-Kruger Effect. 

Kepintaran tanpa karakter adalah beban bagi dunia kedokteran. Panitia seleksi PPDS 2026 telah sepakat: Tidak ada tempat bagi residen manipulatif, meskipun ia memiliki prestasi segudang. Integritas adalah harga mati, karena pada akhirnya, pasien tidak hanya butuh dokter yang pintar, tapi dokter yang bisa dipercaya dan memiliki hati yang tulus.


INFO PELATIHAN PPDS / PPDGS, AcEPT UGMPAPS UGMdan akademik lainnya?

Silahkan menghubungi No Admin GLC 0818 25 1111

 

INFORMASI PPDS UGM CEK DISINI

INFORMASI PPDGS UGM  CEK DISINI

INFORMASI PPDS CENTER SE-INDONESIA CEK DISINI


INFO BIMBINGAN ACEPT UGM CEK DISINI

TESTIMONI PESERTA CEK DISINI

JADWAL TES ACEPT UGM CEK DISINI

CARA MENDAFTAR TES ACEPT UGM CEK DISINI

CEK KUOTA TES ACEPT UGM LIHAT DISINI

CONTOH SOAL ACEPT UGM PELAJARI DISINI

CEK HASIL TES ACEPT UGM DISINI


INFO BIMBINGAN PAPS UGM CEK DISINI

TESTIMONI PESERTA CEK DISINI

JADWAL TES PAPS UGM CEK DISINI

CARA MENDAFTAR TES PAPS UGM CEK DISINI

CEK KUOTA TES PAPS UGM LIHAT DISINI

CONTOH SOAL PAPS UGM PELAJARI DISINI

CEK HASIL TES PAPS UGM DISINI


INFO BIMBINGAN IUP UGM CEK DISINI

JADWAL TES IUP UGM CEK DISINI

 


acept ugm , tes acept ugm , tes acept , acept , soal acept ugm , pendaftaran acept ugm , hasil acept ugm , jadwal acept ugm , accept ugm , accept , acep , ppb ugm , ppb ugm acept , pelatihan acept, kursus acept , lihat hasil tes acept ugm , jadwal tes acept ugm , tips lulus acept, iup ugm , iup, gmst, gmst ugm , lulus iup ugm paps ugm , tes paps ugm , tes paps , paps , soal paps ugm , pendaftaran paps ugm , hasil paps ugm , jadwal paps ugm , paps ugm , tpa ugm , um ugm , tpda ugm , pelatihan paps , kursus paps , lihat hasil tes paps ugm , jadwal tes acept ugm , tips lulus paps ppds , ppdgs, dokter residen , ppds center , ppds ugm , ppds unair , ppds unsu , ppds ui , ppds undip, dokter spesialis, iup , iup kedokteran, iup ugm Toefl test , tes toefl , soal toefl , soal soal toefl , toefl online , contoh toefl , itp toefl , itp , ibt toefl , belajar toefl , contoh soal toefl , nilai toefl , latihan toefl, contoh tes toefl , tes toefl itp , skore toefl , materi toefl , toefl jogja , toefl yogyakarta , pelatihan toefl , kursus toefl , tips toefl , trik toefl , jadwal tes toefl itp yogyakarta info beasiswa , beasiswa, peluang beasiswa , pejuang beasiswa , scholarship , scholarships , scholar , scholars , lpdp , info film , film bagus , rekomendasi film , film ok , fim korea , drama korea , drakor , kdrama , k-drama, korean drama , korean movie , k-movie , kmovie , kpop , k-pop , cdrama , china drama , drama china , film china , film jepang , film thailand , film taiwan , film barat , dunia film , bioskop bagus

0 Komentar

Copyright © 2025 - Gamada Learning Center - All Rights Reserved
Back to Top