Dalam proses seleksi PPDS/PPDGS, pertanyaan mengenai kesediaan ditempatkan di daerah terpencil atau wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) bukan sekadar formalitas. Pertanyaan ini adalah instrumen uji loyalitas dan integritas. Belajar dari kasus dr. Piprim beberapa waktu lalu—di mana keengganan untuk dimutasi berujung pada sanksi berat oleh Kemenkes—kandidat harus memahami bahwa jawaban "setuju" saja tidak cukup; Anda butuh jawaban yang bijak dan berlandaskan pemahaman hukum.
I. Landasan Hukum: Mengapa Dokter Tidak Bisa Menolak Mutasi?
Banyak kandidat terjebak dalam pemikiran bahwa mereka memiliki hak prerogatif penuh atas lokasi praktik mereka. Namun secara hukum, profesi medis memiliki ikatan pengabdian yang kuat:
II. Sudut Pandang Penguji: Mengapa Ini Pertanyaan "Jebakan"?
Penguji (Konsulen) menggunakan pertanyaan ini untuk mendeteksi dua hal: Egoisme dan Manajemen Risiko.
1. Pendeteksian EgoIII. Strategi Menjawab: Bukan Cuma Benar, Tapi Bijak
Jangan menjawab dengan "Tapi kan...", "Asalkan...", atau sebaliknya "Saya sangat senang ke sana!". Gunakan pendekatan Pilar Pengabdian dan Solusi.
1. Jika Anda ASN / Beasiswa Kemenkes
Jawaban Bijak: "Sebagai seorang ASN/Penerima Beasiswa, saya menyadari sepenuhnya bahwa sumpah jabatan saya mencakup kesediaan mengabdi di seluruh wilayah NKRI. Saya memandang mutasi ke daerah 3T bukan sebagai beban, melainkan sebagai kesempatan untuk menerapkan ilmu spesialisasi saya di tempat yang paling membutuhkan. Saya telah mempersiapkan mental dan dukungan keluarga untuk rencana kontigensi jika penempatan tersebut terjadi."
2. Jika Anda Jalur Mandiri (Swasta)
Jawaban Bijak: "Saya memahami bahwa masalah utama kesehatan di Indonesia adalah retensi dan pemerataan. Meskipun saya jalur mandiri, komitmen saya adalah pada profesi. Jika institusi atau negara menugaskan saya ke daerah yang tidak saya sukai, saya akan tetap berangkat dengan profesionalisme penuh, karena fokus utama saya adalah pemenuhan hak kesehatan pasien di mana pun mereka berada."
IV. Bagaimana Jika Anda Benar-Benar Tidak Siap Dimutasi?
Jika secara personal Anda memiliki kendala (misal: orang tua sakit keras yang butuh perawatan khusus), jangan berbohong. Namun, jangan juga menolak mentah-mentah.
Menjawab pertanyaan mutasi adalah ujian "mengosongkan gelas". Jika Anda angkuh secara akademis namun enggan menyentuh daerah terpencil, Anda belum layak menjadi spesialis. Ketangguhan mental yang Anda siapkan sejak fase pemberkasan harus bermuara pada kesiapan melayani di mana pun kaki berpijak.
Ingatlah, PPDS bukan sekadar mengejar gelar untuk praktik di kota besar, tapi tentang menjadi bagian dari solusi kesehatan nasional. Penolakan mutasi adalah tanda bahwa seorang dokter belum selesai dengan egonya sendiri.
INFO PELATIHAN INTERVIEW PPDS / PPDGS, AcEPT UGM, PAPS UGM, dan akademik lainnya?
Silahkan menghubungi No Admin GLC 0818 25 1111
INFORMASI PPDS UGM CEK DISINI
INFORMASI PPDGS UGM CEK DISINI
INFORMASI PPDS CENTER SE-INDONESIA CEK DISINI
INFO BIMBINGAN ACEPT UGM CEK DISINI
TESTIMONI PESERTA CEK DISINI
JADWAL TES ACEPT UGM CEK DISINI
CARA MENDAFTAR TES ACEPT UGM CEK DISINI
CEK KUOTA TES ACEPT UGM LIHAT DISINI
CONTOH SOAL ACEPT UGM PELAJARI DISINI
CEK HASIL TES ACEPT UGM DISINI
INFO BIMBINGAN PAPS UGM CEK DISINI
TESTIMONI PESERTA CEK DISINI
JADWAL TES PAPS UGM CEK DISINI
CARA MENDAFTAR TES PAPS UGM CEK DISINI
CEK KUOTA TES PAPS UGM LIHAT DISINI
CONTOH SOAL PAPS UGM PELAJARI DISINI
CEK HASIL TES PAPS UGM DISINI
INFO BIMBINGAN IUP UGM CEK DISINI
JADWAL TES IUP UGM CEK DISINI

0 Komentar