SEPUTAR PPDS/PPDGS > Deteksi Red Flag Serius, Paradoks Wawancara PPDS

Banyak kandidat PPDS/PPDGS keluar dari ruang wawancara dengan perasaan lega, merasa telah menjawab semua pertanyaan dengan "tegas". Namun, saat pengumuman tiba, nama mereka tidak tercantum. Ternyata, ada jurang pemisah yang lebar antara apa yang dianggap kandidat sebagai "jawaban benar" dengan apa yang ingin didengar oleh penguji (konsulen).

Persoalan utama biasanya bukan pada kecerdasan, melainkan pada etika komunikasi, kerendahan hati (humility), dan ketajaman persepsi sosial.

I. Antara Identitas dan Sikap Defensif

Kesalahan fatal sering terjadi sejak detik pertama perkenalan. Banyak kandidat terjebak dalam pola komunikasi yang "tertutup" dan terkesan menyembunyikan identitas. Saat diminta memperkenalkan diri, dijawab dengan "Nama saya dr. ABC." Padahal dr. bukanlah nama, tapi gelar. 

Kasus Gelar vs Nama
Menyebutkan "Nama saya dr. ABC" adalah redundansi. Penguji tahu Anda dokter; kalau bukan dokter ya tidak mungkin ikut seleksi PPDS/PPDGS, tidak perlu mengglorifikasi diri, mereka ingin tahu siapa Anda sebagai pribadi.

Kasus Instansi Anonim
Menyebut "Saya bekerja di salah satu RS di Pekalongan" atau "Lulusan salah satu kampus swasta di Yogyakarta" dianggap defensif dan tidak menghargai. Konsulen menangkap kesan Anda malu dengan asal-usul Anda atau tidak menganggap penguji cukup penting untuk mengetahui detailnya.

Anda membangun dinding pembatas sejak awal. Penguji menginginkan transparansi. Jika Anda tidak terbuka pada hal kecil, penguji akan meragukan integritas Anda pada hal besar di masa residensi.

II. Filosofi "Mengosongkan Gelas"

Dalam dunia pendidikan spesialis, sikap "mengosongkan gelas" bukan sekadar kiasan, melainkan syarat mutlak kelulusan. Banyak kandidat cerdas secara akademik gagal karena menunjukkan keangkuhan medis.

  1. Bisa Diajar (Teachable): Konsulen mencari murid, bukan mencari saingan. Jika Anda datang dengan gelas yang sudah penuh—merasa sudah ahli karena pengalaman kerja atau gelar dokter—konsulen akan melihat Anda sebagai risiko. Orang yang merasa sudah tahu segalanya biasanya sulit menerima koreksi klinis.
  2. Menghargai Mentor (Dokter maupun Non-Dokter): Kandidat yang terjebak dalam Dunning-Kruger Effect sering kali meremehkan mentor non-dokter (psikolog/edukator). Padahal, mentor tersebut menilai aspek mental yang tidak terlihat oleh mata medis. Ketika ditanya, "Anda mendapat rekomendasi dari siapa?" Lalu dijawab dengan "Ada lah, dosen saya" (tanpa nama) atau bersikap ogah-ogahan adalah sinyal bahwa Anda tidak memiliki rasa hormat pada hierarki ilmu pengetahuan.
  3. Intelektual Humility: Mengakui bahwa ada banyak hal yang belum Anda ketahui justru menunjukkan kematangan intelektual. Penguji lebih menghargai kandidat yang berkata, "Saya ingin belajar lebih dalam di bawah bimbingan Dokter," daripada yang mencoba berdebat secara teoritis.

III. Simulasi "Red Flag Detection"

Mari kita lihat bagaimana sikap defensif dan keangkuhan sering kali muncul dalam jawaban "nyablak", dan bagaimana cara mengubahnya menjadi jawaban yang mencerminkan kerendahan hati yang profesional.

Simulasi 1: Tentang Evaluasi Diri

Pertanyaan Penguji: "Apa kekurangan terbesar Anda yang mungkin bisa menghambat studi Anda nanti?"

Red Flag (Sombong/Defensif):

"Saya rasa saya tidak punya kekurangan berarti, Dok. Selama ini saya selalu bisa menyelesaikan tugas tepat waktu. Paling saya hanya terlalu perfeksionis saja."

Ini menunjukkan kurangnya self-awareness. Mengatakan tidak punya kekurangan adalah tanda kesombongan.

Jawaban Profesional (Humble & Teachable):

"Kekurangan saya adalah manajemen waktu yang terkadang melambat karena terlalu fokus pada detail teknis. Namun, saya menyadari ini dan sudah mengatasinya dengan skala prioritas. Saya sangat berharap melalui bimbingan di prodi ini, saya bisa belajar bekerja dengan lebih efisien dan sistematis."

Simulasi 2: Tentang Komitmen dan Kehidupan Pribadi (Isu Keluarga)

Pertanyaan Penguji: "Anda ini egois sekali, anak masih kecil ditinggal di daerah demi PPDS. Bagaimana kalau nanti anak Anda sakit dan studi Anda terbengkalai?"

Red Flag (Membantah Egois):

"Saya sudah diskusi dengan suami dan keluarga besar, mereka semua sepakat. Bagi saya pribadi tidak masalah, Dok."

Terkesan arogan dan meremehkan kekhawatiran penguji. "Tidak masalah bagi Anda" bukan berarti "tidak masalah bagi kelancaran tugas jaga rumah sakit."

Kamu egois karena hanya melihat dari sudut pandangmu. Kamu tidak melihat risiko sistemik di rumah sakit kami jika kamu sering izin karena urusan domestik.

Sistematika Berpikir yang Salah
Kandidat sering lupa bahwa residensi bukan sekadar kuliah, tapi bekerja dalam tim. Jawaban "Bagi saya tidak masalah" menunjukkan kandidat belum siap secara mental untuk menjadi bagian dari hierarki rumah sakit yang sangat menghargai stabilitas operasional.

Jawaban Profesional (Problem Solver & Humble):

"Saya sangat menghargai perhatian Dokter terhadap stabilitas tugas saya. Hal ini sudah kami antisipasi dengan menyiapkan support system keluarga besar. Saya datang ke sini dengan niat tulus untuk belajar, dan saya telah mengondisikan diri agar tanggung jawab domestik tidak mengganggu komitmen saya dalam pelayanan di RS ini."

Simulasi 3: Tentang Kesalahan Medis dan Teguran

Pertanyaan Penguji: "Jika Anda melakukan kesalahan medis saat jaga dan ditegur keras oleh senior di depan umum, apa reaksi Anda?"

Red Flag (Anti-Kritik/Baper):

"Saya akan terima kalau memang salah, tapi menurut saya tidak perlu menegur di depan umum karena itu menjatuhkan harga diri saya di depan pasien. Dan tidak juga harus menggunakan bahasa yang keras, saya ingin diajar dan ditegur secara soft-spoken."

Menunjukkan ego yang terlalu tinggi. Anda lebih peduli pada harga diri daripada perbaikan klinis.

Jawaban Profesional (Resilient & Patient Safety):

"Saya akan tetap tenang dan menerima teguran tersebut sebagai koreksi demi keselamatan pasien. Saya tidak akan melakukan pembelaan diri di saat itu. Setelah tugas selesai, saya akan menemui senior tersebut secara pribadi untuk meminta maaf dan memohon arahan agar kesalahan saya tidak terulang kembali."

IV. Datanglah sebagai Murid

Konsulen akan menghabiskan waktu 4-5 tahun bersama Anda. Mereka tidak mencari "robot pintar" yang keras kepala, mereka mencari rekan kerja yang jujur, terbuka, dan memiliki etika.

  • Hilangkan kata "Tapi kan..." saat diberi arahan.
  • Sebutkan identitas dan asal-usul dengan detail sebagai bentuk transparansi.
  • Hargai setiap mentor, karena penilaian mereka adalah kunci pembuka pintu residensi Anda.

Tunjukkan bahwa gelas Anda kosong dan siap diisi oleh ilmu serta bimbingan para guru. Kerendahan hati tidak akan membuat Anda terlihat lemah; justru itulah yang menunjukkan Anda siap menjadi dokter spesialis yang berintegritas.


INFO PELATIHAN PPDS / PPDGS, AcEPT UGMPAPS UGMdan akademik lainnya?

Silahkan menghubungi No Admin GLC 0818 25 1111

 

INFORMASI PPDS UGM CEK DISINI

INFORMASI PPDGS UGM  CEK DISINI

INFORMASI PPDS CENTER SE-INDONESIA CEK DISINI


INFO BIMBINGAN ACEPT UGM CEK DISINI

TESTIMONI PESERTA CEK DISINI

JADWAL TES ACEPT UGM CEK DISINI

CARA MENDAFTAR TES ACEPT UGM CEK DISINI

CEK KUOTA TES ACEPT UGM LIHAT DISINI

CONTOH SOAL ACEPT UGM PELAJARI DISINI

CEK HASIL TES ACEPT UGM DISINI


INFO BIMBINGAN PAPS UGM CEK DISINI

TESTIMONI PESERTA CEK DISINI

JADWAL TES PAPS UGM CEK DISINI

CARA MENDAFTAR TES PAPS UGM CEK DISINI

CEK KUOTA TES PAPS UGM LIHAT DISINI

CONTOH SOAL PAPS UGM PELAJARI DISINI

CEK HASIL TES PAPS UGM DISINI


INFO BIMBINGAN IUP UGM CEK DISINI

JADWAL TES IUP UGM CEK DISINI

 


acept ugm , tes acept ugm , tes acept , acept , soal acept ugm , pendaftaran acept ugm , hasil acept ugm , jadwal acept ugm , accept ugm , accept , acep , ppb ugm , ppb ugm acept , pelatihan acept, kursus acept , lihat hasil tes acept ugm , jadwal tes acept ugm , tips lulus acept, iup ugm , iup, gmst, gmst ugm , lulus iup ugm paps ugm , tes paps ugm , tes paps , paps , soal paps ugm , pendaftaran paps ugm , hasil paps ugm , jadwal paps ugm , paps ugm , tpa ugm , um ugm , tpda ugm , pelatihan paps , kursus paps , lihat hasil tes paps ugm , jadwal tes acept ugm , tips lulus paps ppds , ppdgs, dokter residen , ppds center , ppds ugm , ppds unair , ppds unsu , ppds ui , ppds undip, dokter spesialis, iup , iup kedokteran, iup ugm Toefl test , tes toefl , soal toefl , soal soal toefl , toefl online , contoh toefl , itp toefl , itp , ibt toefl , belajar toefl , contoh soal toefl , nilai toefl , latihan toefl, contoh tes toefl , tes toefl itp , skore toefl , materi toefl , toefl jogja , toefl yogyakarta , pelatihan toefl , kursus toefl , tips toefl , trik toefl , jadwal tes toefl itp yogyakarta info beasiswa , beasiswa, peluang beasiswa , pejuang beasiswa , scholarship , scholarships , scholar , scholars , lpdp , info film , film bagus , rekomendasi film , film ok , fim korea , drama korea , drakor , kdrama , k-drama, korean drama , korean movie , k-movie , kmovie , kpop , k-pop , cdrama , china drama , drama china , film china , film jepang , film thailand , film taiwan , film barat , dunia film , bioskop bagus

0 Komentar

Copyright © 2025 - Gamada Learning Center - All Rights Reserved
Back to Top