Studi Kasus
Seorang pria, Tn. D (29 tahun), bekerja sebagai pengembang perangkat lunak (software engineer), dibawa ke UGD oleh tunangannya karena mengalami kelemahan mendadak pada tangan kanan dan kesulitan berbicara (pelo) secara tiba-tiba saat sedang lembur kerja.
Riwayat Klinis dan Progresi Gejala
Riwayat Medis dan Gaya Hidup
Gaya HidupPemeriksaan Fisik di UGD
- Tanda Vital: Tekanan darah 155/95 mmHg, denyut nadi 88x/menit, suhu 37.2 derajat Celcius.
- Status Neurologis: Ditemukan hemiparesis dekstra ringan (kekuatan otot 4/5) dan afasia motorik ringan. Tidak ditemukan kaku kuduk. Menariknya, gejala ini tampak membaik secara signifikan dalam waktu 30 menit setelah masuk UGD.
- Pemeriksaan Fisik Umum: Tidak ditemukan adanya tanda-tanda trauma kepala atau bruit karotis.
Pemeriksaan Penunjang (Radiologi dan Laboratorium)
Data Laboratorium
- Hematologi & Biokimia: Profil lipid menunjukkan LDL yang sedikit meningkat. Kadar glukosa darah puasa normal. Skrining koagulasi menunjukkan status protrombotik yang meragukan.
- Marker Imunologi: Tes ANA dan marker vaskulitis sistemik menunjukkan hasil negatif.
Data Radiologi
- CT Scan Kepala Non-Kontras: Tidak ditemukan adanya perdarahan intrakranial atau infark luas yang nyata pada fase akut.
- MRI Kepala dengan Kontras: Ditemukan lesi fokal pada lobus frontal kiri yang menunjukkan gambaran edema vasogenik ringan. Pada pemeriksaan Diffusion-Weighted Imaging (DWI), tidak tampak restriksi difusi yang tegas (yang biasanya mengarah pada stroke iskemik akut).
- MRA (Magnetic Resonance Angiography): Menunjukkan adanya penyempitan ringan pada arteri serebri media kiri yang bersifat segmental.
Aspek Psikiatri, Neuroonkologi, dan Psikologi Konseling
Analisis Neuroonkologi vs Neurologi Vaskular
Terdapat perdebatan dalam tim medis: apakah ini adalah Stroke Iskemik pada Pasien Muda yang dipicu oleh gaya hidup dan inflamasi vaskular akibat vaping, ataukah sebuah Transient Tumor-Like Episode di mana lesi massa kecil di area fungsional menyebabkan gejala yang menyerupai stroke (Stroke-like).
Status Psikologis dan Mental
- Gejala Depresif: Pasien melaporkan perasaan hampa dan hilangnya motivasi. Hal ini awalnya dianggap sebagai burnout, namun psikiater mencurigai adanya pengaruh langsung dari lesi di lobus frontal (Frontal Lobe Syndrome).
- Dinamika Psikologi: Tn. D merasa sangat terpuruk dengan kondisi fisiknya, merasa kariernya berakhir, dan mengalami serangan panik berulang di rumah sakit.
Pertanyaan:
1. Analisis Diferensial Neurologi dan Radiologi
Berdasarkan temuan MRI yang menunjukkan edema vasogenik di lobus frontal namun tanpa restriksi difusi pada DWI, jelaskan mengapa diagnosis Stroke Iskemik Akut harus dipertimbangkan kembali. Identifikasi kaitan antara gaya hidup sedenter, penggunaan vape, dan risiko Vaskulitis Sistem Saraf Pusat atau Diseksi Arteri sebagai penyebab stroke pada usia muda.
2. Integrasi Neuroonkologi: Lesi Massa yang Menyamar
Jelaskan patofisiologi bagaimana sebuah tumor otak (misalnya Low-grade Glioma) di lobus frontal dapat memberikan manifestasi klinis yang tiba-tiba menyerupai stroke (acute-onset neurologic deficit). Bagaimana pemeriksaan radiologi lanjutan (seperti MRI Spektroskopi atau Perfus) dapat membedakan antara infark vaskular lama dengan proses neoplastik yang sedang berkembang?
3. Korelasi Psikiatri dan Fungsi Lobus Frontal
Analisislah perubahan kepribadian dan gejala apatis yang dialami Tn. D dalam 2 bulan terakhir. Apakah gejala ini murni merupakan manifestasi dari Major Depressive Disorder akibat tekanan kerja, atau merupakan efek organik dari kerusakan pada sirkuit prefrontal? Jelaskan konsep Frontal Lobe Syndrome dalam mengubah perilaku dan fungsi eksekutif pasien.
4. Pendekatan Psikologi Konseling pada Pasien Pasca-Stroke Muda
Rancanglah strategi konseling bagi Tn. D yang mengalami krisis identitas akibat ancaman kecacatan di usia produktif. Bagaimana pendekatan Acceptance and Commitment Therapy (ACT) dapat membantu pasien yang mengalami ketakutan akan kematian mendadak atau kehilangan fungsi kognitif yang vital bagi pekerjaannya sebagai pengembang perangkat lunak?
5. Tatalaksana Multidisiplin dan Manajemen Risiko
Selesaikan rencana tatalaksana jangka panjang untuk Tn. D. Jika ini adalah stroke iskemik, modifikasi gaya hidup apa yang paling krusial selain aktivitas fisik? Jika ini adalah proses neuroonkologi, bagaimana urutan prioritas antara pembedahan, radioterapi, dan dukungan kesehatan mental? Jelaskan pula peran pemberian antiplatelet versus antikoagulan jika dicurigai adanya gangguan vaskular terkait zat kimia dari vape.
INFO PELATIHAN PPDS / PPDGS, AcEPT UGM, PAPS UGM, dan akademik lainnya?
Silahkan menghubungi No Admin GLC 0818 25 1111
INFORMASI PPDS UGM CEK DISINI
INFORMASI PPDGS UGM CEK DISINI
INFORMASI PPDS CENTER SE-INDONESIA CEK DISINI
INFO BIMBINGAN ACEPT UGM CEK DISINI
TESTIMONI PESERTA CEK DISINI
JADWAL TES ACEPT UGM CEK DISINI
CARA MENDAFTAR TES ACEPT UGM CEK DISINI
CEK KUOTA TES ACEPT UGM LIHAT DISINI
CONTOH SOAL ACEPT UGM PELAJARI DISINI
CEK HASIL TES ACEPT UGM DISINI
INFO BIMBINGAN PAPS UGM CEK DISINI
TESTIMONI PESERTA CEK DISINI
JADWAL TES PAPS UGM CEK DISINI
CARA MENDAFTAR TES PAPS UGM CEK DISINI
CEK KUOTA TES PAPS UGM LIHAT DISINI
CONTOH SOAL PAPS UGM PELAJARI DISINI
CEK HASIL TES PAPS UGM DISINI
INFO BIMBINGAN IUP UGM CEK DISINI
JADWAL TES IUP UGM CEK DISINI

0 Komentar