Studi Kasus
Seorang wanita, Nn. K (24 tahun), seorang social media specialist di sebuah perusahaan start-up teknologi, datang ke UGD dengan keluhan sesak napas mendadak dan nyeri dada kiri yang menjalar ke leher. Keluhan ini terjadi saat ia sedang mengejar tenggat waktu laporan bulanan pada pukul 02.00 dini hari.
Riwayat Klinis dan Progresi Gejala
Riwayat Medis dan Gaya Hidup
- Keluhan Fisik Kronis: Dalam 6 bulan terakhir, Nn. K sering mengeluhkan perut kembung, mual, dan nyeri ulu hati yang berpindah-pindah. Ia juga merasa jantungnya sering berdebar kencang (palpitasi) tanpa aktivitas fisik yang berat.
- Pola Makan dan Konsumsi: Pasien mengonsumsi sedikitnya 3 cangkir kopi espresso per hari untuk tetap terjaga dan sering melewatkan makan siang karena jadwal rapat yang padat.
- Riwayat Psikososial: Sebagai bagian dari Gen Z yang sangat aktif di dunia digital, Nn. K mengaku merasa cemas berlebihan jika tidak memantau notifikasi ponselnya (Fear of Missing Out / FOMO). Ia merasa tertekan oleh standar kesuksesan teman-temannya di media sosial dan merasa "tertinggal" dalam karier.
Pemeriksaan Fisik di UGD
- Tanda Vital: Tekanan darah 145/90 mmHg, denyut nadi 112x/menit, frekuensi napas 28x/menit, saturasi oksigen 98% (udara bebas).
- Fisik Umum: Pasien tampak gelisah, ekstremitas teraba dingin, dan ditemukan tremor halus pada jari tangan. Pemeriksaan auskultasi jantung dan paru dalam batas normal. Pemeriksaan abdomen menunjukkan nyeri tekan ringan pada regio epigastrium.
Pemeriksaan Penunjang (Laboratorium dan Radiologi)
Data Laboratorium
- Hematologi: Hemoglobin 11.8 g/dL, Leukosit 9.000/mm3.
- Biokimia: Kadar Enzim Jantung (Troponin I) negatif. Kadar Gula Darah Sewaktu 110 mg/dL.
- Elektrolit: Magnesium serum berada pada batas bawah normal (Low-normal).
Data Radiologi dan Kardiologi
- EKG (Elektrokardiogram): Menunjukkan Sinus Tachycardia tanpa adanya tanda-tanda iskemia atau aritmia maligna.
- Rontgen Toraks: Cor dan Pulmo dalam batas normal. Tidak tampak adanya kardiomegali atau infiltrat pada paru.
- USG Abdomen: Tidak ditemukan batu empedu atau kelainan struktural pada organ intra-abdomen, namun tampak banyak gas shadow pada saluran cerna.
Aspek Psikiatri dan Psikologi Konseling
Status Mentalis
- Afek dan Mood: Mood cemas (anxious), afek serasi namun labil.
- Proses Pikir: Pasien mengalami racing thoughts mengenai masa depannya, ketakutan akan kehilangan pekerjaan (job insecurity), dan rasa rendah diri yang mendalam.
- Gejala Somatisasi: Pasien yakin bahwa ia mengalami serangan jantung dan merasa bahwa dokter "melewatkan sesuatu" karena nyeri dadanya terasa sangat nyata.
Dinamika Psikologis
- Nn. K melaporkan sering mengalami kesulitan tidur (insomnia tipe asersi) karena otaknya terus memikirkan interaksi sosial di dunia maya. Ia merasa terisolasi secara fisik meskipun memiliki ribuan pengikut di media sosial.
Pertanyaan:
1. Analisis Diferensial IPD dan Kardiologi
Berdasarkan keluhan nyeri dada, palpitasi, dan temuan EKG, jelaskan mengapa diagnosis Sindrom Koroner Akut dapat disingkirkan pada Nn. K. Identifikasi kaitan antara konsumsi kafein dosis tinggi, stres kronis, dan gejala dispepsia yang dialaminya. Apakah peningkatan tekanan darah pada saat masuk UGD merupakan Hipertensi Essensial atau fenomena reaktif?
2. Interpretasi Radiologi dan Somatisasi
Jelaskan peran pemeriksaan Rontgen Toraks dan USG Abdomen dalam kasus ini. Meskipun hasil radiologi normal, pasien tetap merasakan nyeri yang intens. Jelaskan konsep Gangguan Gejala Somatik dalam bidang psikiatri dan bagaimana mekanisme otak memproses sinyal stres menjadi sensasi nyeri fisik yang nyata pada pasien dengan Anxiety Disorder.
3. Dinamika Gen Z: FOMO dan Burnout
Analisis secara psikologis bagaimana fenomena FOMO dan tekanan sosial di media sosial berkontribusi terhadap terbentuknya Generalized Anxiety Disorder (GAD) pada Nn. K. Bagaimana kondisi ini berhubungan dengan kelelahan mental (burnout) di dunia kerja start-up yang menuntut performa digital 24/7?
4. Pendekatan Konseling dan Komunikasi Terapeutik
Rancanglah strategi konseling untuk Nn. K. Bagaimana Anda menjelaskan kepada pasien bahwa meskipun nyeri dadanya "nyata" secara sensorik, penyebab utamanya adalah faktor psikologis, tanpa membuat pasien merasa keluhannya diremehkan? Sebutkan teknik intervensi psikologis (misalnya, Sleep Hygiene atau Digital Detox) yang dapat disarankan.
5. Tatalaksana Holistik dan Prognosis
Selesaikan rencana tatalaksana jangka panjang untuk Nn. K yang melibatkan kolaborasi antara dokter spesialis penyakit dalam (untuk manajemen dispepsia dan palpitasi) dan psikiater/psikolog (untuk manajemen ansietas). Apa prognosis pasien ini jika faktor pemicu (stres kerja dan ketergantungan digital) tidak dimodifikasi?
INFO PELATIHAN PPDS / PPDGS, AcEPT UGM, PAPS UGM, dan akademik lainnya?
Silahkan menghubungi No Admin GLC 0818 25 1111
INFORMASI PPDS UGM CEK DISINI
INFORMASI PPDGS UGM CEK DISINI
INFORMASI PPDS CENTER SE-INDONESIA CEK DISINI
INFO BIMBINGAN ACEPT UGM CEK DISINI
TESTIMONI PESERTA CEK DISINI
JADWAL TES ACEPT UGM CEK DISINI
CARA MENDAFTAR TES ACEPT UGM CEK DISINI
CEK KUOTA TES ACEPT UGM LIHAT DISINI
CONTOH SOAL ACEPT UGM PELAJARI DISINI
CEK HASIL TES ACEPT UGM DISINI
INFO BIMBINGAN PAPS UGM CEK DISINI
TESTIMONI PESERTA CEK DISINI
JADWAL TES PAPS UGM CEK DISINI
CARA MENDAFTAR TES PAPS UGM CEK DISINI
CEK KUOTA TES PAPS UGM LIHAT DISINI
CONTOH SOAL PAPS UGM PELAJARI DISINI
CEK HASIL TES PAPS UGM DISINI
INFO BIMBINGAN IUP UGM CEK DISINI
JADWAL TES IUP UGM CEK DISINI

0 Komentar