STUDI KASUS > Pseudo-Victimazation, Gangguan Persepsi Realita, dan Disregulasi Emosi

Studi Kasus

Seorang wanita, Nn. F (34 tahun), adalah seorang pembuat konten (influencer) yang dikenal dengan gaya retorika konfrontatif dan sering membagikan informasi yang belum terverifikasi terkait kebijakan publik. Nn. F mendaftarkan diri sebagai petugas haji dalam seleksi nasional. Namun, ia tereliminasi pada tahap verifikasi administrasi dan tes kompetensi awal karena tidak memenuhi ambang batas nilai yang ditentukan.

Riwayat Perilaku dan Eskalasi Gejala

Kronologi Distorsi Narasi

  • Respon Terhadap Kegagalan: Segera setelah mengetahui namanya tidak ada dalam daftar peserta yang maju ke tahap wawara, Nn. F mengunggah video ke seluruh media sosialnya. Ia menyatakan bahwa dirinya "dipecat secara sepihak" dan "diberhentikan karena sikap kritisnya."
  • Eskalasi Konflik: Meskipun panitia seleksi mengeluarkan pernyataan resmi bahwa proses seleksi masih berjalan dan Nn. F hanya tidak lolos kriteria teknis, ia tetap bersikeras bahwa ada instruksi rahasia untuk menyingkirkannya. Ia membangun narasi bahwa dirinya adalah korban (viktimisasi) dari konspirasi besar.
  • Perilaku Digital: Nn. F mulai menunjukkan perilaku obsesif, memantau akun media sosial para juri seleksi, dan menyebarkan data pribadi juri tersebut (doxing) dengan narasi bahwa mereka adalah kaki tangan rezim yang menzaliminya.

Riwayat Psikososial dan Kepribadian

  • Pola Hubungan: Rekan kerja lama melaporkan bahwa Nn. F sering merasa dirinya paling kompeten dan sulit menerima masukan. Ia sering merasa iri jika orang lain mendapatkan apresiasi, namun menutupi rasa iri tersebut dengan merendahkan pencapaian orang lain.
  • Mekanisme Koping: Jika menghadapi kegagalan, Nn. F cenderung menyalahkan faktor eksternal secara ekstrem. Ia memiliki kebutuhan yang sangat tinggi akan pemujaan dari pengikutnya untuk mempertahankan harga dirinya.

Pemeriksaan Psikiatri dan Psikologis (Status Mentalis)

Observasi Klinis

  • Afek dan Mood: Mood tampak iritabel (mudah marah) dan labil. Afek menyempit pada tema-tema ketidakadilan.
  • Proses Pikir: Arus pikir tampak sirkumstansial (berputar-putar). Ditemukan Ide Referensi yang kuat, di mana ia merasa berita-berita umum di televisi sebenarnya adalah kode yang ditujukan untuk mengancam dirinya.
  • Isi Pikir: Ditemukan kecenderungan Waham Kebesaran (Grandiosity) yang bercampur dengan Waham Kejar (Persecutory) yang masih bersifat sistematis dan terorganisir.
  • Insight (Tilikan): Nilai Tilikan 1 (Sama sekali tidak merasa dirinya mengalami gangguan atau distorsi berpikir).

Pemeriksaan Psikologi Klinis

  • Tes Kepribadian: Menunjukkan skor tinggi pada skala Narsistik dan Paranoid.
  • Fungsi Eksekutif: Terdapat kesulitan dalam penalaran logis jika dihadapkan pada fakta yang bertentangan dengan keyakinannya (Disonansi Kognitif).


Pertanyaan:

1. Analisis Gangguan Kepribadian dan Mekanisme Pertahanan

Berdasarkan riwayat hubungan interpersonal dan respon Nn. F terhadap kegagalan seleksi, identifikasi kemungkinan besar Gangguan Kepribadian (Personality Disorder) yang diderita subjek menurut kriteria DSM-5 (fokus pada Cluster B). Jelaskan mekanisme pertahanan ego Eksternalisasi dan Splitting yang digunakan Nn. F untuk melindungi harga dirinya dari kenyataan bahwa ia tidak lolos seleksi secara teknis.

2. Diferensiasi Waham dan Pemikiran Waham-like

Bedakan apakah narasi Nn. F mengenai "dizalami pemerintah" dan "dipecat secara rahasia" termasuk dalam Waham Persekutorik murni atau merupakan bentuk Overvalued Idea. Jelaskan signifikansi klinis dari Ide Referensi yang dialami Nn. F terhadap risiko eskalasi tindakan berbahaya di dunia nyata (risiko agresi).

3. Dinamika Psikologis Influencer dan Adiksi Validasi

Jelaskan fenomena psikologis di mana seorang influencer merasa harus terus memproduksi konten hoaks dan narasi viktimisasi demi menjaga Suplai Narsistik dari pengikutnya. Bagaimana dukungan dari pengikut (echo chamber) di media sosial memperkuat distorsi kognitif Nn. F dan menghambat proses penyembuhan atau kesadaran dirinya?

4. Pendekatan Konseling dan Komunikasi Terapeutik

Jika Anda adalah konselor atau psikiater yang menangani Nn. F:

  • Bagaimana cara melakukan teknik Confrontation tanpa memicu ledakan kemarahan atau memperkuat waham persekutoriknya?
  • Mengapa pendekatan logika murni (menunjukkan bukti dokumen seleksi) sering kali gagal pada pasien dengan profil kepribadian seperti Nn. F?
  • Rancanglah strategi Cognitive Behavior Therapy (CBT) untuk membantu pasien mengenali pola pikir "Semua atau Tidak Sama Sekali" (All-or-Nothing Thinking).

5. Perspektif Medikolegal dan Etika

Analisis potensi subjek untuk melakukan tindakan kriminal (pencemaran nama baik atau penyebaran hoaks). Apakah kondisi kejiwaan Nn. F dapat dikategorikan sebagai "tidak mampu bertanggung jawab secara hukum" jika ia dituntut secara pidana? Jelaskan batasan antara gangguan kepribadian dengan gangguan jiwa berat (Psikosis) dalam menentukan pertanggungjawaban pidana menurut ahli forensik psikiatri.



INFO PELATIHAN PPDS / PPDGS, AcEPT UGMPAPS UGMdan akademik lainnya?

Silahkan menghubungi No Admin GLC 0818 25 1111

 

INFORMASI PPDS UGM CEK DISINI

INFORMASI PPDGS UGM  CEK DISINI

INFORMASI PPDS CENTER SE-INDONESIA CEK DISINI


INFO BIMBINGAN ACEPT UGM CEK DISINI

TESTIMONI PESERTA CEK DISINI

JADWAL TES ACEPT UGM CEK DISINI

CARA MENDAFTAR TES ACEPT UGM CEK DISINI

CEK KUOTA TES ACEPT UGM LIHAT DISINI

CONTOH SOAL ACEPT UGM PELAJARI DISINI

CEK HASIL TES ACEPT UGM DISINI


INFO BIMBINGAN PAPS UGM CEK DISINI

TESTIMONI PESERTA CEK DISINI

JADWAL TES PAPS UGM CEK DISINI

CARA MENDAFTAR TES PAPS UGM CEK DISINI

CEK KUOTA TES PAPS UGM LIHAT DISINI

CONTOH SOAL PAPS UGM PELAJARI DISINI

CEK HASIL TES PAPS UGM DISINI


INFO BIMBINGAN IUP UGM CEK DISINI

JADWAL TES IUP UGM CEK DISINI

 


acept ugm , tes acept ugm , tes acept , acept , soal acept ugm , pendaftaran acept ugm , hasil acept ugm , jadwal acept ugm , accept ugm , accept , acep , ppb ugm , ppb ugm acept , pelatihan acept, kursus acept , lihat hasil tes acept ugm , jadwal tes acept ugm , tips lulus acept, iup ugm , iup, gmst, gmst ugm , lulus iup ugm paps ugm , tes paps ugm , tes paps , paps , soal paps ugm , pendaftaran paps ugm , hasil paps ugm , jadwal paps ugm , paps ugm , tpa ugm , um ugm , tpda ugm , pelatihan paps , kursus paps , lihat hasil tes paps ugm , jadwal tes acept ugm , tips lulus paps ppds , ppdgs, dokter residen , ppds center , ppds ugm , ppds unair , ppds unsu , ppds ui , ppds undip, dokter spesialis, iup , iup kedokteran, iup ugm Toefl test , tes toefl , soal toefl , soal soal toefl , toefl online , contoh toefl , itp toefl , itp , ibt toefl , belajar toefl , contoh soal toefl , nilai toefl , latihan toefl, contoh tes toefl , tes toefl itp , skore toefl , materi toefl , toefl jogja , toefl yogyakarta , pelatihan toefl , kursus toefl , tips toefl , trik toefl , jadwal tes toefl itp yogyakarta info beasiswa , beasiswa, peluang beasiswa , pejuang beasiswa , scholarship , scholarships , scholar , scholars , lpdp , info film , film bagus , rekomendasi film , film ok , fim korea , drama korea , drakor , kdrama , k-drama, korean drama , korean movie , k-movie , kmovie , kpop , k-pop , cdrama , china drama , drama china , film china , film jepang , film thailand , film taiwan , film barat , dunia film , bioskop bagus

0 Komentar

Copyright © 2025 - Gamada Learning Center - All Rights Reserved
Back to Top