Studi Kasus
Seorang remaja laki-laki, An. T (17 tahun), datang ke poli Bedah Mulut dengan keluhan adanya luka seperti sariawan di pangkal lidah sisi kiri yang tidak kunjung sembuh selama 6 minggu. Pasien mengaku luka tersebut terasa nyeri, terutama saat menelan, dan menyebabkan suaranya menjadi sedikit sengau.
Riwayat Klinis dan Perilaku Risiko
Perjalanan Penyakit dan Keluhan Penyerta
- Gejala Lokal: Ulkus awalnya kecil, namun perlahan meluas menjadi massa yang keras. Pasien juga mengeluhkan adanya radang tenggorokan yang kronis dan rasa mengganjal saat menelan (dysphagia).
- Gejala Sistemik: An. T melaporkan adanya demam ringan yang hilang timbul, keringat malam, dan munculnya benjolan di leher sisi kiri yang semakin membesar namun tidak terasa nyeri.
- Riwayat Pengobatan: Sebelumnya pasien didiagnosis menderita faringitis akut di faskes primer dan diberikan antibiotik golongan penisilin, namun keluhan di tenggorokan dan lidah tidak membaik.
Riwayat Psikososial dan Seksual
- Perilaku Risiko: Melalui anamnesis mendalam secara privat, pasien mengakui aktif secara seksual dengan sesama jenis (LSL) dalam satu tahun terakhir tanpa menggunakan pelindung. Ia sering melakukan hubungan seks oral secara bergantian dengan beberapa pasangan.
- Kondisi Psikologis: Pasien tampak sangat depresi, menarik diri dari lingkungan sekolah, dan mengalami kecemasan hebat karena takut identitas seksualnya diketahui oleh orang tua yang sangat konservatif. Ia merasa keluhan di mulutnya adalah "kutukan" atau hukuman.
Pemeriksaan Fisik dan Penunjang (Investigasi Multidisiplin)
Pemeriksaan Maksilofasial dan Fisik
- Intraoral: Ditemukan ulkus eksofitik berdiameter 2.5 cm pada sepertiga posterior lateral lidah kiri, berbatas tidak tegas, dasar kotor, dan tepi yang meninggi (indurasi). Terdapat bercak putih (leukoplakia) di sekitar ulkus yang tidak dapat dikerok.
- Ekstraoral: Palpasi leher menunjukkan limfadenopati pada level II dan III kiri, diameter 3 cm, terfixir (tidak dapat digerakkan), dan konsistensi keras.
- Genital: Terdapat keluhan keluar cairan kental berwarna kuning kehijauan dari uretra (discharge) disertai nyeri saat berkemih (dysuria).
Data Laboratorium dan Mikrobiologi
- Swab Tenggorok dan Uretra: Pewarnaan Gram menunjukkan adanya diplokokus gram negatif intraseluler. Hasil kultur mengonfirmasi infeksi Neisseria gonorrhoeae.
- Skrining Virus: Hasil tes HIV non-reaktif, namun tes serologi menunjukkan reaktivitas terhadap Human Papillomavirus (HPV) tipe 16.
Data Radiologi dan Patologi Anatomi
- CT Scan Kontras Leher: Menunjukkan massa pada basis lidah yang menginvasi otot-otot intrinsik lidah dengan adanya pembesaran kelenjar getah bening leher yang menunjukkan tanda nekrosis sentral.
- Biopsi Insisi Lidah: Hasil histopatologi menunjukkan gambaran sel epitel skuamosa yang mengalami displasia berat dan pola pertumbuhan invasif menembus membran basal, sesuai dengan Squamous Cell Carcinoma (SCC) orofaring.
Pertanyaan:
1. Analisis Koinfeksi dan Onkogenesis Viral
Jelaskan hubungan mekanistik antara infeksi menular seksual (Gonorea) dengan risiko munculnya kanker rongga mulut pada pasien usia 17 tahun. Bagaimana peran HPV tipe 16 dalam mengubah siklus sel epitel mukosa mulut melalui onkoprotein E6 dan E7 hingga memicu keganasan dalam waktu yang relatif singkat pada remaja?
2. Diferensiasi Klinis: Infeksi Spesifik vs. Keganasan
Analisis mengapa diagnosis awal faringitis dan pemberian antibiotik pada An. T mengalami kegagalan. Jelaskan ciri-ciri klinis yang membedakan antara Ulkus Gonorea primer pada rongga mulut dengan Karsinoma Sel Skuamosa (SCC). Mengapa limfadenopati pada kanker cenderung tidak nyeri dibandingkan pada proses infeksi akut?
3. Strategi Bedah Mulut dan Maksilofasial
Mengingat usia pasien yang masih sangat muda dan lokasi tumor di sepertiga posterior lidah, jelaskan tantangan dalam merencanakan prosedur Hemiglosektomi dan Neck Dissection. Bagaimana dampak operasi tersebut terhadap fungsi bicara, penelanan, dan kualitas hidup pasien di masa depan? Apakah perlu dilakukan rekonstruksi flap segera?
4. Dinamika Psikologi Remaja dan Konseling IMS
Sebagai tim medis, bagaimana Anda menangani aspek kerahasiaan (confidentiality) pada pasien di bawah umur yang menderita IMS dan kanker akibat perilaku seks bebas? Rancanglah pendekatan konseling untuk mengatasi stigma diri (self-stigma) dan depresi pada An. T, serta bagaimana cara melibatkan keluarga dalam proses pengobatan tanpa merusak kesehatan mental pasien.
5. Tatalaksana Onkologi Terintegrasi
Rancanglah rencana terapi multimodalitas untuk An. T. Apakah pemberian kemoradioterapi lebih diutamakan daripada pembedahan primer pada kasus SCC orofaring terkait HPV? Jelaskan pula pentingnya pengobatan segera untuk infeksi Gonorea pada pasien ini agar tidak terjadi komplikasi sistemik atau gangguan penyembuhan pasca-operasi.
INFO PELATIHAN PPDS / PPDGS, AcEPT UGM, PAPS UGM, dan akademik lainnya?
Silahkan menghubungi No Admin GLC 0818 25 1111
INFORMASI PPDS UGM CEK DISINI
INFORMASI PPDGS UGM CEK DISINI
INFORMASI PPDS CENTER SE-INDONESIA CEK DISINI
INFO BIMBINGAN ACEPT UGM CEK DISINI
TESTIMONI PESERTA CEK DISINI
JADWAL TES ACEPT UGM CEK DISINI
CARA MENDAFTAR TES ACEPT UGM CEK DISINI
CEK KUOTA TES ACEPT UGM LIHAT DISINI
CONTOH SOAL ACEPT UGM PELAJARI DISINI
CEK HASIL TES ACEPT UGM DISINI
INFO BIMBINGAN PAPS UGM CEK DISINI
TESTIMONI PESERTA CEK DISINI
JADWAL TES PAPS UGM CEK DISINI
CARA MENDAFTAR TES PAPS UGM CEK DISINI
CEK KUOTA TES PAPS UGM LIHAT DISINI
CONTOH SOAL PAPS UGM PELAJARI DISINI
CEK HASIL TES PAPS UGM DISINI
INFO BIMBINGAN IUP UGM CEK DISINI
JADWAL TES IUP UGM CEK DISINI

0 Komentar