STUDI KASUS > Alopesia Bersisik Kronis, Kegagalan Terapi Topikal, dan Kontak Zoonosis Berulang pada Pencinta Hewan

Studi Kasus

Seorang wanita, Ny. P (35 tahun), seorang pemilik penampungan hewan (animal shelter) yang merawat puluhan kucing dan anjing terlantar, datang ke poliklinik DVE dengan keluhan bercak kebotakan yang meluas di kulit kepalanya. Keluhan ini sudah hilang timbul dan berpindah-pindah selama 3 tahun terakhir.

Riwayat Klinis dan Kegagalan Terapi

Riwayat Perjalanan Penyakit

  • Perjalanan Gejala: Ny. P mengeluhkan area kebotakan (alopesia) yang terasa sangat gatal, bersisik tebal, dan kadang mengeluarkan cairan bening. Jika kondisi memburuk, muncul benjolan-benjolan kecil bernanah di sekitar area yang botak.
  • Riwayat Pengobatan: Pasien mengaku sudah sangat rajin mengoleskan berbagai macam salep antijamur (seperti Ketokonazol dan Mikonazol) yang dibelinya sendiri maupun dari resep dokter umum terdahulu. Keluhan sempat mereda sesaat, namun selalu kambuh dan semakin meluas setelah salep dihentikan.
  • Riwayat Paparan: Sebagai pencinta hewan, Ny. P sering memeluk dan tidur bersama hewan-hewan peliharaannya. Beberapa kucing di penampungannya diketahui sering mengalami kerontokan bulu dan bercak melingkar di kulitnya.

Pemeriksaan Fisik Dermatologis (Status Lokalis)

  • Regio Skalp (Kulit Kepala): Pada daerah parietal dan oksipital, ditemukan plak eritematosa berbentuk bulat dengan diameter bervariasi antara 3 hingga 6 cm.
  • Karakteristik Alopesia: Tampak kebotakan dengan rambut-rambut yang terputus tepat di atas permukaan kulit kepala, memberikan gambaran titik-titik hitam (black dots). Di bagian tepi lesi, terdapat skuama (sisik) halus berwarna abu-abu.
  • Komplikasi: Pada beberapa area yang kronis, kulit kepala tampak menebal, indurasi (keras), dan ditemukan pustul (bintik nanah) yang berderet mengikuti folikel rambut.

Pemeriksaan Penunjang Mikologi dan Diagnostik

Pemeriksaan Langsung KOH 10%

  • Pengambilan sampel dilakukan melalui kerokan kulit kepala dan pencabutan rambut yang rusak di area lesi.
  • Hasil Mikroskopis: Pemeriksaan pada batang rambut menunjukkan susunan spora jamur berukuran kecil yang mengelilingi bagian luar batang rambut (ektotriks), disertai adanya hifa yang menembus ke dalam folikel.

Pemeriksaan Lampu Wood (Wood's Lamp)

  • Kulit kepala pasien disinari dengan Lampu Wood di dalam ruangan yang sepenuhnya gelap.
  • Hasil Fluoresensi: Area lesi dan rambut yang terinfeksi memancarkan fluoresensi berwarna hijau terang (bright green fluorescence).

Kultur Jamur (Sabouraud Dextrose Agar)

Hasil biakan dari kerokan kulit kepala menghasilkan koloni jamur yang tumbuh perlahan, berwarna putih kekuningan dengan tekstur seperti beludru (velvety), dan bagian belakang koloni (reverse side) berwarna pigmen kuning-oranye yang khas.

Pertanyaan:

1. Analisis Kegagalan Terapi Topikal

Jelaskan alasan ilmiah mengapa pemberian obat antijamur dalam bentuk salep (topikal) secara rajin selama bertahun-tahun selalu gagal menyembuhkan kondisi Tinea Kapitis pada Ny. P. Hubungkan analisis Anda dengan anatomi folikel rambut kepala dan penetrasi obat ke dalam struktur batang rambut.

2. Identifikasi Spesies Jamur dan Karakteristik Fluoresensi

Berdasarkan hasil pemeriksaan Lampu Wood yang menunjukkan fluoresensi hijau terang, tipe invasi ektotriks pada KOH, serta karakteristik koloni pada kultur jamur, tentukan genus dan spesies jamur dermatofit yang paling mungkin menginfeksi pasien ini. Mengapa riwayat pekerjaan pasien sebagai pemilik penampungan hewan menjadi kunci diagnosis spesifik ini?

3. Diagnosis Banding dan Lesi Sekunder

Pasien menunjukkan adanya gambaran rambut terputus (black dots) disertai pembentukan pustul dan indurasi kulit. Lakukan analisis diagnosis banding untuk membedakan kondisi kronis pasien ini dengan Alopesia Areata, Psoriasis Skalp, dan potensi berkembangnya lesi menjadi Kerion celsi. Mengapa kesalahan diagnosis awal dapat berakibat pada kebotakan permanen (alopesia skatrisal)?

4. Strategi Farmakoterapi Sistemik yang Tepat

Rancanglah rencana terapi medikamentosa yang komprehensif untuk Ny. P. Sebutkan pilihan obat antijamur sistemik lini pertama, dosis, serta durasi pengobatan yang adekuat untuk dewasa pada kasus tinea kapitis zoonosis. Parameter laboratorium apa saja yang wajib Anda periksa secara berkala sebelum dan selama pemberian obat sistemik tersebut?

5. Manajemen Komunitas dan Pencegahan Berulang (One Health)

Kasus ini melibatkan siklus penularan antara manusia dan hewan peliharaan. Dalam konsep One Health, strategi apa yang harus dilakukan untuk memutus rantai infeksi agar Ny. P tidak mengalami kekambuhan setelah pengobatan sistemiknya selesai? Jelaskan langkah-langkah penanganan terhadap hewan penampungan dan sterilisasi lingkungan yang diperlukan.


INFO PELATIHAN PPDS / PPDGS, AcEPT UGM, PAPS UGM, dan akademik lainnya?

Silahkan menghubungi No Admin GLC 0818 25 1111

 

INFORMASI PPDS UGM CEK DISINI

INFORMASI PPDGS UGM  CEK DISINI

INFORMASI PPDS CENTER SE-INDONESIA CEK DISINI


INFO BIMBINGAN ACEPT UGM CEK DISINI

TESTIMONI PESERTA CEK DISINI

JADWAL TES ACEPT UGM CEK DISINI

CARA MENDAFTAR TES ACEPT UGM CEK DISINI

CEK KUOTA TES ACEPT UGM LIHAT DISINI

CONTOH SOAL ACEPT UGM PELAJARI DISINI

CEK HASIL TES ACEPT UGM DISINI


INFO BIMBINGAN PAPS UGM CEK DISINI

TESTIMONI PESERTA CEK DISINI

JADWAL TES PAPS UGM CEK DISINI

CARA MENDAFTAR TES PAPS UGM CEK DISINI

CEK KUOTA TES PAPS UGM LIHAT DISINI

CONTOH SOAL PAPS UGM PELAJARI DISINI

CEK HASIL TES PAPS UGM DISINI


INFO BIMBINGAN IUP UGM CEK DISINI

JADWAL TES IUP UGM CEK DISINI

 


acept ugm , tes acept ugm , tes acept , acept , soal acept ugm , pendaftaran acept ugm , hasil acept ugm , jadwal acept ugm , accept ugm , accept , acep , ppb ugm , ppb ugm acept , pelatihan acept, kursus acept , lihat hasil tes acept ugm , jadwal tes acept ugm , tips lulus acept, iup ugm , iup, gmst, gmst ugm , lulus iup ugm paps ugm , tes paps ugm , tes paps , paps , soal paps ugm , pendaftaran paps ugm , hasil paps ugm , jadwal paps ugm , paps ugm , tpa ugm , um ugm , tpda ugm , pelatihan paps , kursus paps , lihat hasil tes paps ugm , jadwal tes acept ugm , tips lulus paps ppds , ppdgs, dokter residen , ppds center , ppds ugm , ppds unair , ppds unsu , ppds ui , ppds undip, dokter spesialis, iup , iup kedokteran, iup ugm Toefl test , tes toefl , soal toefl , soal soal toefl , toefl online , contoh toefl , itp toefl , itp , ibt toefl , belajar toefl , contoh soal toefl , nilai toefl , latihan toefl, contoh tes toefl , tes toefl itp , skore toefl , materi toefl , toefl jogja , toefl yogyakarta , pelatihan toefl , kursus toefl , tips toefl , trik toefl , jadwal tes toefl itp yogyakarta info beasiswa , beasiswa, peluang beasiswa , pejuang beasiswa , scholarship , scholarships , scholar , scholars , lpdp , info film , film bagus , rekomendasi film , film ok , fim korea , drama korea , drakor , kdrama , k-drama, korean drama , korean movie , k-movie , kmovie , kpop , k-pop , cdrama , china drama , drama china , film china , film jepang , film thailand , film taiwan , film barat , dunia film , bioskop bagus

0 Komentar