DUNIA PENDIDIKAN > Kontroversi Istilah "Londo Ireng", Polemik Diksi Kepala Negara, Sisi Historis Leluhur, dan Tanggung Jawab Komunikasi Publik



Penggunaan diksi oleh seorang kepala negara memiliki dampak yang sangat masif, tidak hanya dalam membentuk opini publik tetapi juga dalam menentukan arah retorika kebudayaan dan politik suatu bangsa. Kontroversi mengenai penggunaan istilah "Londo Ireng" oleh Presiden Prabowo Subianto memicu perdebatan hangat di tengah masyarakat. Pernyataan yang ditujukan untuk mengkritik kelompok media, wartawan, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tersebut dinilai mengandung konotasi stigmatis dan rasial.

Eskalasi kontroversi ini makin meluas ketika netizen dan pakar sejarah mengaitkan istilah tersebut dengan akar historis istilah "Belanda Hitam", hingga memunculkan diskursus terkait silsilah nenek buyut sang Presiden yang diduga memiliki peran historis dalam masa Perang Jawa dan penangkapan Pangeran Diponegoro.

I. Kronologi Kasus dan Akar Historis Istilah "Londo Ireng"

Untuk memahami polemik ini secara komprehensif, perlu ditelisik kronologi peristiwanya serta konteks historis di balik istilah tersebut.

1. Pernyataan Presiden dan Kritik Lembaga Sipil

Awal mula kontroversi berembus ketika Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah pidato menyindir oknum jurnalis, media, dan LSM yang dinilai kerap menyudutkan pemerintah atau bertindak demi kepentingan asing dengan sebutan "Londo Ireng" (Suara.com, 2026). Penggunaan diksi tersebut langsung memicu reaksi keras dari berbagai organisasi masyarakat sipil.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menegaskan bahwa Presiden seharusnya meminta maaf atas penyebutan tersebut karena berpotensi merendahkan profesi jurnalis dan mengancam kebebasan pers (AJI, 2026). Sementara itu, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menilai ucapan tersebut mengkhianati mandat konstitusi dan kedaulatan rakyat karena mendiskreditkan elemen kritis bangsa (YLBHI, 2026). Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pun turut memberikan tanggapan untuk meredakan polemik dan mengklarifikasi substansi pernyataan Presiden (CNN Indonesia, 2026).

2. Asal-Usul Historis "Londo Ireng" dan Tentara Afrika

Secara historis dan etimologis, istilah Londo Ireng (Belanda Hitam) memiliki akar sejarah yang spesifik di Indonesia. Istilah ini awalnya merujuk pada tentara rekrutan asal Afrika (sebagian besar dari Ghana dan Burkina Faso) yang dibawa oleh Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) pada abad ke-19 untuk bertempur di Nusantara, termasuk dalam Perang Jawa dan Perang Aceh (Wikipedia, 2026; Detik News, 2026).

Seiring berjalannya waktu, istilah ini bergeser makna secara sosiologis di tengah masyarakat Jawa menjadi sebutan pejoratif bagi pribumi yang memihak, menjadi antek, atau bekerja demi kepentingan penjajah Belanda (Kompasiana, 2026; Kompas.com, 2026).

3. Kaitannya dengan Silsilah Leluhur dan Perang Jawa

Perdebatan mengenai istilah ini kian membias hingga menyentuh aspek silsilah keluarga Presiden. Diskusi publik di media sosial dan ulasan sejarah menelusuri kaitan historis antara leluhur Prabowo dengan peristiwa penangkapan Pangeran Diponegoro pada tahun 1830 (National Geographic Indonesia, 2026; Kempalan, 2026).

Sebagian narasi mengaitkan nenek buyut atau leluhur Prabowo—seperti Raden Adipati Mangkoeprojo atau pejabat birokrasi lokal saat itu—yang dinilai kooperatif dengan pemerintah kolonial Belanda dalam menumpas pengikut Diponegoro. Meskipun para sejarawan mengingatkan agar tidak terjadi penyederhanaan sejarah atau kesalahan pemahaman (presentisme) dalam menilai tindakan tokoh masa lalu, keterkaitan narasi sejarah ini makin memanaskan polemik di ruang publik (Kompas.com, 2026).

II. Mengapa Diksi Seorang Kepala Negara Sangat Penting?

Seorang kepala negara adalah top communicator dan simbol tertinggi bagi suatu bangsa. Setiap ujaran yang disampaikan memiliki implikasi hukum, politik, dan sosial yang sangat luas.

1. Risiko Stigmatisasi dan Ancaman terhadap Pers

Pakar komunikasi dan akademisi mengkritik bahwa penggunaan istilah pejoratif oleh Presiden berisiko melakukan stigmatisasi terhadap jurnalis dan LSM (UMM, 2026). Ketika pimpinan tertinggi negara melabeli pihak kritis sebagai "pembela asing" atau "antek penjajah", hal ini dapat memicu intimidasi atau kekerasan dari simpatisan terhadap insan pers yang sedang menjalankan fungsi kontrol sosial.

2. Potensi Sensitivitas Rasial

Penggunaan istilah yang membawa unsur warna kulit (ireng/hitam) dalam retorika politik sangat rentan dianggap mengandung unsur rasial, meskipun maksud awal pembicara adalah kiasan historis. Di era globalisasi saat ini, penggunaan diksi bernuansa rasial dapat mencederai citra diplomasi dan nilai-nilai kesetaraan yang diusung oleh konstitusi Indonesia.

3. Preseden Bagi Komunikasi Publik Generasi Muda

Presiden adalah figur teladan (role model). Jika pejabat publik terbiasa menggunakan narasi konfrontatif, pelabelan, atau gaya bahasa menyudutkan di podium resmi, maka gaya komunikasi tersebut akan dianggap sebagai standar yang wajar (normalized behavior) oleh masyarakat dan generasi muda.

III. Langkah Pencegahan dan Solusi Komunikasi Publik yang Inklusif

Agar diksi dan retorika yang tidak patut tidak menular atau dicontoh oleh generasi muda, beberapa langkah strategis perlu diterapkan oleh lingkar pemerintahan maupun masyarakat umum:

1. Penguatan Peran Juru Bicara dan Evaluasi Naskah Pidato (Preventif)
  • Audit Diksi Komunikasi Publik: Lembaga kepresidenan harus memiliki tim komunikasi publik yang peka terhadap isu-isu kebudayaan, HAM, dan kesetaraan ras. Setiap naskah pidato atau poin pengarahan (talking points) harus melalui proses penyaringan agar bebas dari istilah yang dapat menimbulkan polemik atau salah penafsiran.
  • Mengedepankan Narasi Substantif daripada Labeling: Dalam menyampaikan kritik terhadap media atau LSM, pemerintah sebaiknya fokus pada substansi data dan fakta, bukan dengan menyematkan label pejoratif yang menyerang personal atau kelompok.

2. Edukasi Literasi Sejarah dan Media bagi Generasi Muda (Solusi)
  • Meluruskan Pemahaman Historiografi: Lembaga pendidikan dan media massa perlu memberikan edukasi sejarah yang objektif mengenai istilah-istilah kolonial seperti Londo Ireng, agar generasi muda memahami latar belakang sejarahnya secara jernih tanpa menggunakannya sebagai bahan olok-olok rasial di kehidupan sehari-hari.
  • Mengembangkan Budaya Beda Pendapat yang Santun: Mengajarkan kepada generasi muda bahwa kritik adalah bagian sah dari demokrasi. Perbedaan pandangan harus dibalas dengan argumen ilmiah, bukan dengan perundungan (bullying) atau penggunaan istilah-istilah yang mendegradasi martabat manusia.


Polemik istilah "Londo Ireng" memberikan pelajaran berharga bagi dinamika demokrasi dan komunikasi politik di Indonesia. Kebijaksanaan seorang kepala negara tidak hanya diukur dari keputusan strategisnya, tetapi juga dari kesantunan dan ketepatan diksi yang dipilih saat berbicara di hadapan publik. Memahami konteks sejarah secara utuh—baik mengenai peristiwa Perang Jawa maupun asal-usul istilah kolonial—sangat penting agar bangsa ini tidak terjebak dalam prasangka rasial atau simplifikasi sejarah. Dengan memperbaiki standar komunikasi publik, pemerintah dapat memberikan teladan yang baik bagi generasi muda dalam merawat kebebasan berekspresi dan menjaga persatuan nasional.

REFERENSI
Aliansi Jurnalis Independen (AJI). (2026). Prabowo Harus Minta Maaf Sebut Wartawan Londo Ireng. Diakses dari https://aji.or.id/informasi/prabowo-harus-minta-maaf-sebut-wartawan-londo-ireng

CNN Indonesia. (2026, Juli 27). Pernyataan Soal Londo Ireng Banyak Dikritik, Komdigi Buka Suara. Diakses dari https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260727203023-32-1385498/pernyataan-soal-londo-ireng-banyak-dikritik-komdigi-buka-suara

Detik News. (2026). Jejak Londo Ireng: Tentara Asal Afrika di Purworejo. Diakses dari https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-3682429/jejak-londo-ireng-tentara-asal-afrika-di-purworejo

Kempalan. (2026, Juli 27). Fakta Sejarah Londo Ireng, Benarkah Leluhur Prabowo Termasuk?. Diakses dari https://kempalan.com/2026/07/27/fakta-sejarah-londo-ireng-benarkah-leluhur-prabowo-termasuk/

Kompas.com. (2026a, Juli 26). Londo Ireng dan Sorotan terhadap Kebebasan Berekspresi. Diakses dari https://nasional.kompas.com/read/2026/07/26/14234081/londo-ireng-dan-sorotan-terhadap-kebebasan-berekspresi

Kompas.com. (2026b, Juli 27). Salah Paham Londo Ireng. Diakses dari https://nasional.kompas.com/read/2026/07/27/10000001/salah-paham-londo-ireng?page=all

Kompasiana. (2026). Perspektif Historis Londo Ireng yang Perlu Kita Pahami. Diakses dari https://www.kompasiana.com/rrnoor/6a6482f0c925c451314900a3/persfektif-historis-londo-ireng-yang-perlu-kita-fahami

National Geographic Indonesia. (2026). Londo Ireng hingga Peristiwa Penangkapan Pangeran Dipanagara. Diakses dari https://nationalgeographic.grid.id/read/134398932/londo-ireng-hingga-peristiwa-penangkapan-pangeran-dipanagara

Suara.com. (2026, Juli 25). Londo Ireng Artinya Apa? Ini Asal-usul Istilah yang Dipakai Prabowo Menyindir Jurnalis hingga LSM. Diakses dari https://www.suara.com/news/2026/07/25/113601/londo-ireng-artinya-apa-ini-asal-usul-istilah-yang-dipakai-prabowo-menyindir-jurnalis-hingga-lsm

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). (2026). Istilah Londo Ireng Dikritik, Pakar Ingatkan Risiko Stigmatisasi Jurnalis dan LSM. Diakses dari https://umm.ac.id/istilah-londo-ireng-dikritik-pakar-ingatkan-risiko-stigmatisasi-jurnalis-dan-lsm/

Wikipedia Bahasa Indonesia. (2026). Belanda Hitam. Diakses dari https://id.wikipedia.org/wiki/Belanda_Hitam

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). (2026). Ucapan Londo Ireng Mengkhianati Mandat Konstitusi dan Kedaulatan Rakyat. Diakses dari https://ylbhi.or.id/informasi/siaran-pers/ucapan-londo-ireng-mengkhianati-mandat-konstitusi-dan-kedaulatan-rakyat/


INFO PELATIHAN PPDS / PPDGS, AcEPT UGM, PAPS UGM, dan akademik lainnya?

Silahkan menghubungi No Admin GLC 0818 25 1111

 

INFORMASI PPDS UGM CEK DISINI

INFORMASI PPDGS UGM  CEK DISINI

INFORMASI PPDS CENTER SE-INDONESIA CEK DISINI


INFO BIMBINGAN ACEPT UGM CEK DISINI

TESTIMONI PESERTA CEK DISINI

JADWAL TES ACEPT UGM CEK DISINI

CARA MENDAFTAR TES ACEPT UGM CEK DISINI

CEK KUOTA TES ACEPT UGM LIHAT DISINI

CONTOH SOAL ACEPT UGM PELAJARI DISINI

CEK HASIL TES ACEPT UGM DISINI


INFO BIMBINGAN PAPS UGM CEK DISINI

TESTIMONI PESERTA CEK DISINI

JADWAL TES PAPS UGM CEK DISINI

CARA MENDAFTAR TES PAPS UGM CEK DISINI

CEK KUOTA TES PAPS UGM LIHAT DISINI

CONTOH SOAL PAPS UGM PELAJARI DISINI

CEK HASIL TES PAPS UGM DISINI


INFO BIMBINGAN IUP UGM CEK DISINI

JADWAL TES IUP UGM CEK DISINI

 


acept ugm , tes acept ugm , tes acept , acept , soal acept ugm , pendaftaran acept ugm , hasil acept ugm , jadwal acept ugm , accept ugm , accept , acep , ppb ugm , ppb ugm acept , pelatihan acept, kursus acept , lihat hasil tes acept ugm , jadwal tes acept ugm , tips lulus acept, iup ugm , iup, gmst, gmst ugm , lulus iup ugm paps ugm , tes paps ugm , tes paps , paps , soal paps ugm , pendaftaran paps ugm , hasil paps ugm , jadwal paps ugm , paps ugm , tpa ugm , um ugm , tpda ugm , pelatihan paps , kursus paps , lihat hasil tes paps ugm , jadwal tes acept ugm , tips lulus paps ppds , ppdgs, dokter residen , ppds center , ppds ugm , ppds unair , ppds unsu , ppds ui , ppds undip, dokter spesialis, iup , iup kedokteran, iup ugm Toefl test , tes toefl , soal toefl , soal soal toefl , toefl online , contoh toefl , itp toefl , itp , ibt toefl , belajar toefl , contoh soal toefl , nilai toefl , latihan toefl, contoh tes toefl , tes toefl itp , skore toefl , materi toefl , toefl jogja , toefl yogyakarta , pelatihan toefl , kursus toefl , tips toefl , trik toefl , jadwal tes toefl itp yogyakarta info beasiswa , beasiswa, peluang beasiswa , pejuang beasiswa , scholarship , scholarships , scholar , scholars , lpdp , info film , film bagus , rekomendasi film , film ok , fim korea , drama korea , drakor , kdrama , k-drama, korean drama , korean movie , k-movie , kmovie , kpop , k-pop , cdrama , china drama , drama china , film china , film jepang , film thailand , film taiwan , film barat , dunia film , bioskop bagus


0 Komentar